Ekonomi . 23/03/2026, 08:59 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan bunga pinjaman di Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih bisa ditekan hingga hanya 6% per tahun.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan akses pembiayaan yang lebih adil bagi masyarakat kecil.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui kanal YouTube resmi, Prabowo menyoroti ketimpangan suku bunga pinjaman yang saat ini masih terjadi di Indonesia.
Menurut Prabowo, masyarakat kecil saat ini masih harus menghadapi bunga kredit mikro yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 24% per tahun.
Sebaliknya, pelaku usaha besar justru menikmati bunga pinjaman yang jauh lebih rendah, yakni di kisaran 9% hingga 12%. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk ketidakadilan ekonomi yang perlu segera diperbaiki.
“Sekarang kita ingin hadirkan kredit murah melalui koperasi,” ujar Prabowo.
Pemerintah menargetkan pembentukan hingga 80.000 unit KopDes Merah Putih dalam waktu satu tahun. Program ini disebut sebagai terobosan besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam skala nasional.
Namun hingga saat ini, realisasi pembentukan koperasi tersebut baru mencapai sekitar 30.000 unit. Meski begitu, pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai secara bertahap.
Tak hanya menyediakan layanan pinjaman, KopDes Merah Putih juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan dan cold storage guna mendukung aktivitas ekonomi desa.
Prabowo menegaskan bahwa bunga pinjaman di KopDes Merah Putih harus lebih rendah dibandingkan kredit mikro yang ada saat ini. Bahkan, ia menargetkan bunga pinjaman bisa ditekan hingga 6% per tahun.
“Nanti koperasi harus di bawah itu, kalau perlu 6% setahun. Bisa,” tegasnya.
Jika terealisasi, angka tersebut akan menjadi salah satu suku bunga pinjaman terendah yang bisa diakses masyarakat kecil di Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media