Internasional . 24/03/2026, 09:42 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pasokan minyak global bisa pulih
Harga energi berpotensi turun
Tekanan inflasi global dapat mereda
Namun, ia mengingatkan bahwa pemulihan tidak akan terjadi secara instan.
Meski ada peluang de-eskalasi, risiko tetap tinggi. Salah satu faktor utama adalah keengganan pelaku pelayaran untuk kembali melintasi wilayah konflik yang masih dianggap berbahaya.
Artinya, meskipun konflik mereda:
Distribusi energi belum tentu langsung normal
Biaya logistik tetap tinggi
Harga energi masih berpotensi fluktuatif
Di tengah ketidakpastian, sejumlah bank investasi global tetap optimistis harga minyak akan tinggi sepanjang 2026.
Salah satunya Goldman Sachs yang merevisi proyeksi harga minyak rata-rata menjadi:
US$85 per barel tahun ini
Naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$77
Revisi ini mencerminkan ekspektasi bahwa ketegangan geopolitik masih akan memengaruhi pasar energi dalam jangka menengah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media