Pendidikan . 24/03/2026, 20:25 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Menjelang pembukaan pendaftaran UTBK-SNBT 2026 pada Rabu, 25 Maret pukul 15.00 WIB, para calon mahasiswa juga dihadapkan pada tantangan baru. Bukan lagi soal menaklukkan Tes Potensi Skolastik (TPS), melainkan kecerdikan menyusun strategi 4 pilihan program studi (prodi) yang disediakan pemerintah.
Dengan jumlah pendaftar yang diprediksi melampaui angka 860 ribu seperti tahun lalu, kuota di universitas “Big 5” seperti UI dan UGM akan tetap menjadi medan persaingan yang sangat ketat. Tanpa perhitungan matang, empat pilihan berharga tersebut bisa hangus.
Tahun ini, fleksibilitas pemilihan prodi sangat tinggi. Namun, sistem memiliki batasan ketat yang harus dipatuhi agar pendaftaran Anda tidak ditolak secara otomatis:
Masih banyak peserta yang hanya fokus pada program Sarjana (S1). Padahal, memasukkan program vokasi bisa menjadi strategi penyelamat.
Program vokasi kini semakin diminati karena memiliki koneksi kuat dengan dunia industri dan peluang kerja yang tinggi.
Menambahkan pilihan D3 atau D4 bukan berarti turun level. Tetapi justru memperbesar peluang lolos.
Sebagai contoh, kampus seperti Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi, sehingga perlu alternatif yang lebih realistis.
Menaruh prodi D3 di pilihan keempat adalah strategi cerdas untuk mengamankan kursi PTN jika nilai UTBK Anda sedikit di bawah ambang batas persaingan ketat pada pilihan pertama.
Sebagai acuan dalam menentukan prioritas (Pilihan 1 adalah prioritas tertinggi), berikut data pendaftar terbanyak pada periode sebelumnya:
Urutan pilihan sangat menentukan karena sistem seleksi akan memproses dari pilihan pertama. Strategi yang bisa digunakan:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media