Internasional . 25/03/2026, 19:29 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Iran menolak segala bentuk negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Iran menekankan, bahwa mereka tidak akan berdamai dengan pemerintah AS, menurut kantor berita resmi IRNA.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Komando Militer Utama Iran, Khatam al-Anbiya, menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Teheran sedang bernegosiasi dengan AS dan menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
"Jika Amerika Serikat, yang "mengklaim sebagai negara adidaya dunia," mampu membebaskan diri dari kesulitan ini, mereka pasti sudah melakukannya sekarang, kata Zolfaghari.
Ia mendesak AS untuk berhenti menyamarkan kekalahannya sebagai "sebuah kesepakatan". Ia juga menyebut, kekuatan strategis yang dibanggakan musuh telah berubah menjadi kekalahan strategis.
"AS sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri karena perselisihan internalnya," kata Zolfaghari.
Ia memperingatkan bahwa AS tidak akan dapat berinvestasi di Asia Barat, atau melihat harga energi dan minyak kembali ke tingkat sebelumnya sampai mereka memahami bahwa stabilitas di kawasan itu dijamin oleh angkatan bersenjata Iran.
"Apakah situasi dapat kembali seperti dulu akan bergantung pada kemauan Iran," katanya.
Ia menambahkan bahwa keadaan normal hanya akan dipulihkan ketika AS sepenuhnya menghapus pikiran untuk "mengambil tindakan terhadap bangsa Iran" dari benaknya.
Sebelumnya, pada awal pekan ini Trump mengklaim bahwa Washington telah melakukan pembicaraan dengan Iran dan kedua pihak memiliki "poin-poin kesepakatan utama."
Pada Selasa malam, Channel 12 Israel dan The New York Times sama-sama melaporkan bahwa Washington telah memberikan Iran rencana 15 poin untuk kesepakatan gencatan senjata selama sebulan. Tetapi, Iran telah berulang kali membantah telah melakukan negosiasi dengan Washington.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media