Balik Kampung . 25/03/2026, 19:11 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Admin
fin.co.id - Kabar penting bagi Anda yang tengah merencanakan perjalanan kembali ke ibu kota. Masa pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way di jalur nadi Trans Jawa resmi berakhir. Pihak otoritas telah mengembalikan fungsi jalan menjadi dua arah normal seiring dengan volume kendaraan yang mulai melandai. Jika Anda tidak memantau pembaruan ini, Anda berisiko kehilangan momentum perjalanan yang lancar di tengah fase normalisasi yang sedang berlangsung.
Penyesuaian ini menandakan bahwa puncak arus balik Idulfitri 1447H/2026 mulai melewati fase kritisnya. Namun, normalisasi jalur bukan berarti Anda bisa mengendurkan kewaspadaan. Transisi dari sistem satu arah kembali ke dua arah membutuhkan adaptasi cepat bagi pengemudi, terutama saat menghadapi kendaraan dari arah berlawanan yang sebelumnya steril. Pastikan Anda memahami titik-titik penghentian rekayasa ini agar navigasi perjalanan Anda tetap akurat.
Berdasarkan diskresi Kepolisian, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) telah menutup rangkaian rekayasa lalu lintas pada Rabu (25/3/2026). Proses penghentian ini berjalan secara bertahap di beberapa titik strategis. Awalnya, petugas menghentikan one way lokal dari KM 425+800 Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C hingga KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung pada pukul 15.20 WIB.
Tak lama berselang, tepat pukul 18.02 WIB, rekayasa one way sepenggal dari KM 263 Jalan Tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama juga resmi berakhir. Dengan demikian, jalur utama menuju Jakarta maupun arah sebaliknya kini sudah bisa Anda lalui secara normal. Langkah normalisasi ini mencakup pula pembersihan jalur contraflow di KM 47 hingga KM 70 arah Jakarta Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang sebelumnya sempat menjadi tumpuan urai kepadatan.
Meskipun arus kendaraan berangsur terkendali, JTT bersama Kepolisian tidak lantas lepas tangan. Pemantauan intensif terus berjalan guna memastikan stabilitas arus lalu lintas di seluruh ruas Tol Trans Jawa. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kemacetan susulan akibat perubahan pola berkendara masyarakat dari sistem rekayasa ke jalur reguler.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan respons dinamis terhadap kondisi lapangan. Sepanjang periode Lebaran 2026, pihaknya telah berkali-kali melakukan perubahan pola arus demi mengantisipasi lonjakan kendaraan yang menuju Jakarta maupun arah Timur Trans Jawa.
“Seiring dengan kondisi lalu lintas yang mulai berangsur terkendali, rekayasa lalu lintas one way nasional dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama telah dihentikan. Sementara itu, untuk rekayasa lalu lintas contraflow di KM 47 hingga KM 70 arah Jakarta Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang sebelumnya diberlakukan contraflow, saat ini telah dilakukan normalisasi,” ujar Ria Marlinda Paallo dalam keterangan resminya.
Transisi jalur membutuhkan konsentrasi tinggi. Berikut adalah langkah solutif bagi Anda yang melintas di masa normalisasi:
Untuk mendukung kenyamanan perjalanan Anda, Jasa Marga menyediakan kanal informasi yang siap membantu kapan saja. Anda sangat disarankan mengunduh aplikasi Travoy untuk mendapatkan pantauan CCTV secara langsung dan rincian tarif tol terbaru. Aplikasi ini membantu Anda merencanakan perjalanan dengan lebih presisi dan menghindari titik-titik yang mungkin masih mengalami kepadatan lokal.
Jika Anda mengalami kendala teknis atau membutuhkan bantuan darurat di tengah jalan tol, segera hubungi One Call Center Jasa Marga di nomor 133 yang siaga selama 24 jam. Kepatuhan Anda terhadap arahan petugas di lapangan dan rambu lalu lintas adalah jaminan utama keselamatan untuk sampai di rumah dengan selamat. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media