Darurat Energi! Asia Mulai “Hemat Total”, WFH Diberlakukan hingga BBM Dibatasi
Penutupan Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026 menjadi pemicu utama guncangan besar di pasar energi dunia. Jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global itu kini terganggu
Sementara itu, Malaysia mengambil langkah berbeda. Pemerintah:
-
Meningkatkan subsidi BBM
-
Mengkaji penerapan WFH untuk sektor publik
-
Mencari sumber energi alternatif
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebut lonjakan subsidi BBM meningkat drastis dalam waktu singkat.
Baca Juga
Thailand hingga Vietnam Dorong Penghematan Energi
Thailand mulai menerapkan kebijakan kerja jarak jauh (WFA) dan mengatur penggunaan listrik di kantor pemerintah.
Sedangkan Vietnam mendorong penggunaan bahan bakar nabati E10 untuk mengurangi konsumsi bensin fosil hingga 10 persen.
Warga juga diimbau:
Baca Juga
-
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi
-
Beralih ke transportasi umum
-
Menerapkan carpooling
Indonesia Bersiap Terapkan WFH
Di dalam negeri, pemerintah Indonesia juga mulai bersiap menghadapi dampak krisis energi global.
Kebijakan work from home (WFH) disebut sudah diputuskan dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Langkah ini diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar, khususnya di sektor transportasi.
Negara Lain Tak Luput dari Dampak
Dampak krisis energi juga terasa di berbagai negara lain:
-
China menghentikan ekspor bahan bakar
-
Jepang membatalkan ekspor energi dan meminta tambahan pasokan LNG
-
Korea Selatan meningkatkan penggunaan batu bara dan energi nuklir
-
Australia melonggarkan standar bahan bakar untuk menambah pasokan
-
Inggris menyiapkan skenario pembatasan BBM
-
Uni Eropa mengusulkan pemotongan pajak energi