Internasional . 26/03/2026, 16:49 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Penunjukan Mohammad Baqer Zolghadr sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menjadi sorotan global. Ia menggantikan Ali Larijani yang tewas dalam konflik terbaru dengan Israel.
Langkah cepat pemerintah Iran ini menunjukkan betapa krusialnya posisi tersebut dalam menjaga stabilitas nasional dan strategi geopolitik negara.
Penunjukan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi sinyal kuat arah kebijakan keamanan Iran ke depan. Berbeda dengan figur militer flamboyan, Zolghadr dikenal sebagai arsitek strategi yang bekerja di balik layar.
Ia bukan tipe komandan lapangan, melainkan perancang jaringan kekuasaan yang kompleks.
Kariernya banyak terbentuk di tubuh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), institusi militer elite Iran yang memiliki pengaruh besar dalam politik dan keamanan nasional.
Ia pernah menduduki berbagai posisi penting, antara lain:
Zolghadr lahir pada 1954 di Provinsi Fars. Ia menempuh pendidikan ekonomi hingga meraih gelar doktor dalam bidang manajemen strategis.
Sejak muda, ia telah terlibat dalam gerakan revolusioner yang berujung pada Revolusi Iran 1979, menggulingkan rezim Shah.
“Sejak awal, ia tidak hanya menjadi tentara, tetapi bagian dari jaringan ideologis yang membentuk arah negara.”
Namanya mulai diperhitungkan saat memimpin “Markas Ramadan” dalam Perang Iran-Irak.
Unit ini memiliki peran strategis:
Struktur ini kemudian berkembang menjadi cikal bakal Pasukan Quds—unit elite operasi luar negeri Iran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media