Pendidikan . 26/03/2026, 13:42 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Yang menarik, pemerintah tidak berhenti pada target 11.744 sekolah. Qodari menyebutkan bahwa jumlah tersebut berpotensi meningkat drastis hingga mencapai 60.000 satuan pendidikan.
Lonjakan target ini menunjukkan adanya ekspansi besar-besaran dalam program revitalisasi sekolah.
“Kalau 2025 dari 10.000 naik 16.000, maka di 2026 yang awalnya sekitar 11.000 direncanakan akan ditambah hingga 60.000,” jelas Qodari.
Untuk mendukung target ambisius tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp89,5 triliun.
Saat ini, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026 di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Jika disetujui, tambahan anggaran ini akan menjadi salah satu investasi terbesar pemerintah di sektor pendidikan dalam beberapa tahun terakhir.
Qodari menegaskan bahwa besarnya anggaran dan peningkatan target ini mencerminkan komitmen kuat Presiden terhadap dunia pendidikan.
Menurutnya, alih-alih mengurangi anggaran, pemerintah justru terus menambah dukungan untuk memastikan kualitas pendidikan semakin merata di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk:
Mengurangi kesenjangan pendidikan antar daerah
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global
Program revitalisasi sekolah tidak hanya berdampak pada bangunan fisik, tetapi juga pada kualitas proses belajar mengajar.
Beberapa manfaat yang dirasakan antara lain:
Ruang kelas lebih layak dan aman
Fasilitas belajar lebih lengkap
Lingkungan sekolah lebih sehat dan nyaman
Hal ini tentu berpengaruh positif terhadap semangat belajar siswa serta kinerja para guru. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media