Internasional . 27/03/2026, 18:04 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Konflik di Iran kini memasuki babak baru yang tak kalah menegangkan. Tidak hanya terjadi di darat dan udara, pertempuran juga merambah ruang digital hingga orbit luar angkasa.
Salah satu “senjata” yang kini menjadi sorotan adalah layanan internet satelit milik SpaceX melalui jaringan Starlink.
Di tengah pemadaman internet nasional yang diberlakukan pemerintah Iran sejak awal Januari 2026, Starlink menjadi satu-satunya akses warga untuk terhubung dengan dunia luar.
Dalam upaya membatasi arus informasi, Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap jaringan satelit Starlink yang berada ratusan kilometer di atas Bumi.
Analis luar angkasa, Brian Hurley, mengungkapkan bahwa Iran berusaha mengganggu sinyal satelit dengan teknologi perang elektronik.
Menurutnya, Iran menggunakan:
Pengacauan sinyal GPS
Gangguan komunikasi satelit
Perangkat elektronik canggih yang diduga mendapat dukungan dari Rusia
Tujuannya jelas: memutus koneksi antara satelit Starlink dan terminal pengguna di darat.
Meski mendapat serangan intens, tim engineer SpaceX tidak tinggal diam.
Dalam wawancara dengan Forbes, Hurley menyebut bahwa SpaceX terus melakukan pembaruan perangkat lunak untuk:
Menangkal gangguan sinyal
Menjaga konektivitas tetap stabil
Melindungi komunikasi pengguna
“Ini adalah pertempuran akses internet bagi 90 juta warga Iran, bahkan sebelum bom pertama dijatuhkan,” jelas Hurley.
Tokoh penting di balik keberlanjutan akses internet ini adalah Elon Musk.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media