Ekonomi . 27/03/2026, 17:03 WIB

Prediksi Harga BBM 1 April 2026, Pertamina, Shell, Vivo, BP-AKR, Bakal Ada Kenaikan

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

fin.co.id -  Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat menjelang 1 April 2026. Penyesuaian harga yang rutin dilakukan setiap awal bulan membuat publik berspekulasi bahwa harga BBM di Indonesia berpotensi ikut naik, menyusul tren kenaikan di negara-negara Asia Tenggara.

Sejumlah operator SPBU seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, hingga Vivo Energy biasanya melakukan evaluasi harga setiap tanggal 1. Namun, apakah April ini akan terjadi kenaikan?

Tekanan global membuat sejumlah negara ASEAN mengambil langkah cepat. Thailand resmi menaikkan harga BBM sejak 26 Maret 2026.

Kenaikan mencapai sekitar 6 baht per liter (setara Rp3.000) atau naik 14–22 persen. Kebijakan ini diambil untuk menekan beban subsidi akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik.

Sementara itu, Filipina bahkan menghadapi situasi lebih berat. Negara tersebut dilaporkan memasuki fase krisis energi setelah harga bensin dan solar melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat.

Indonesia Berpotensi Terdampak

Ekonom dari Universitas Negeri Surabaya, Hendry Cahyono, menilai Indonesia tidak akan lepas dari dampak kenaikan harga minyak global.

Menurutnya, pemerintah menghadapi dilema besar antara menjaga daya beli masyarakat atau mempertahankan kesehatan fiskal negara.

“Kenaikan harga minyak dunia bisa menekan APBN. Pemerintah harus memilih antara menahan harga dengan risiko defisit atau menaikkan harga dengan risiko inflasi,” ujarnya.

Ia memperkirakan, jika harga minyak dunia berada di kisaran 85–92 dolar AS per barel, maka:

  • Pertalite bisa naik menjadi Rp10.500–Rp11.000/liter
  • Solar subsidi menjadi Rp7.150–Rp7.500/liter

Namun, jika harga minyak menembus 100 dolar AS per barel, kenaikan bisa lebih tinggi:

  • Pertalite berpotensi naik hingga Rp11.500–Rp12.000/liter
  • Solar subsidi menjadi Rp7.800–Rp8.200/liter

Setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS per barel bahkan diperkirakan menambah beban subsidi hingga Rp10,3 triliun.

Di tengah spekulasi tersebut, Komisaris PT Pertamina (Persero), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan harga BBM.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com