Balik Kampung . 28/03/2026, 21:36 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Admin
fin.co.id - Pernahkah Anda membayangkan melaju di jalan tol tanpa harus berhenti sama sekali di gerbang tol? Mimpi itu tampaknya akan segera menjadi nyata. Masalah klasik yang selalu menghantui arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 adalah antrean mengular hingga puluhan kilometer hanya karena saldo e-toll yang tidak cukup. Namun, teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) kini hadir sebagai pahlawan kesiangan yang siap menghapus drama kemacetan tersebut.
Bayangkan, ribuan kendaraan harus antre hanya karena satu atau dua mobil kehabisan saldo di pintu tol. Data menunjukkan fenomena ini bukan isapan jempol belaka. Jika sistem konvensional masih memaksa kita untuk berhenti dan melakukan tap in, teknologi MLFF menawarkan kebebasan mutlak. Anda bisa terus melaju tanpa perlu menyentuh kartu apalagi membuka kaca mobil. Ini adalah revolusi transportasi yang sudah sangat dinantikan publik!
Pengamat transportasi dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Anton Budiharjo, menegaskan bahwa MLFF adalah jawaban atas semrawutnya antrean top up e-money. Dengan sistem ini, transaksi di pintu tol benar-benar hilang karena semuanya dilakukan secara otomatis melalui udara.
“Pada sistem konvensional yang berbasis kartu seperti saat ini menggunakan e-toll, kita harus berhenti tap in untuk melakukan transaksi. Sehingga setiap kendaraan memerlukan waktu layanan kurang lebih 4-5 detik dan akan meningkat drastis jika terjadi saldo kurang,“ ujar Anton pada Sabtu, 28 Maret 2026. Waktu yang terlihat singkat itu bisa berubah menjadi bencana kemacetan saat volume kendaraan memuncak di musim Lebaran.
Masalah saldo e-money yang tidak memadai seringkali memaksa petugas turun tangan melakukan intervensi manual. Akibatnya, waktu layanan menjadi tidak pasti dan antrean panjang pun terbentuk. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan fakta mengejutkan dari evaluasi arus mudik lalu.
Tercatat ada 21 ribu kendaraan yang kekurangan saldo e-toll hanya di Gerbang Tol Kalikangkung selama periode 11-22 Maret 2026. Angka ini mencapai 4,9% dari total kendaraan yang melintas. "Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan," tegas Rivan. Potensi kekacauan serupa kini membayangi arus balik, terutama di titik krusial seperti GT Cikampek Utama.
Lantas, bagaimana cara sistem ini memotong saldo Anda tanpa berhenti? MLFF mengandalkan teknologi canggih seperti Global Navigation Satellite System (GNSS), Radio Frequency Identification (RFID), hingga Automatic Number Plate Recognition (ANPR). Semua sensor ini terhubung ke sistem back end yang secara otomatis mengenali kendaraan dan memproses pembayaran.
Dampaknya sangat masif. Waktu layanan per kendaraan praktis mendekati nol detik karena tidak ada lagi hambatan fisik atau palang pintu. Kendaraan bisa melaju bebas (free flow) layaknya di jalan raya biasa, namun kewajiban membayar tol tetap terpenuhi secara transparan dan cepat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan bahwa proyek ambisius ini tetap berjalan meskipun sempat menemui kendala teknis. Proyek yang digarap oleh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) ini mendapatkan pendanaan penuh dari pemerintah Hungaria senilai US$300 juta atau sekitar Rp4,65 triliun.
“MLFF itu tetap berproses. Ada sedikit masalah teknis dan nonteknis, tetapi itu sudah dibereskan semua. Namun karena melibatkan banyak pihak, tentu perlu waktu untuk merapikannya,” jelas Dody dalam sebuah pertemuan di Jakarta. Tahap pengujian berikutnya akan segera dilakukan untuk memastikan teknologi ini benar-benar siap melayani masyarakat secara luas.
Kehadiran MLFF bukan sekadar gaya-gayaan teknologi, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi nasional. Sambil menunggu implementasi penuh, Jasa Marga tetap mengimbau para pemudik untuk selalu mengecek kecukupan saldo e-toll. Jangan biarkan perjalanan balik Anda terhambat hanya karena urusan saldo yang lupa diisi! (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media