Teheran Gelap Gulita! Serangan AS dan Israel Lumpuhkan Listrik Iran
Situasi konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah ibu kota Iran, Teheran, mengalami pemadaman listrik besar-besaran akibat serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Akibat insiden tersebut, otoritas keselamatan Israel segera mengeluarkan peringatan darurat kepada warga di sekitar lokasi.
Dinas pemadam kebakaran Israel menyatakan bahwa petugas sedang berupaya mencegah kemungkinan ledakan atau kebocoran bahan kimia berbahaya.
Warga di sekitar kawasan industri diminta untuk tetap berada di dalam rumah, menutup jendela serta ventilasi udara demi menghindari paparan bahan berbahaya.
Meski demikian, otoritas menyatakan bahwa ancaman tersebut masih terbatas di dalam zona industri dan tidak membahayakan warga yang berada lebih dari 800 meter dari lokasi kejadian
Baca Juga
Konflik ini juga mulai meluas ke negara-negara Teluk.
Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya mendeteksi 14 rudal balistik dan 12 drone yang melintas di wilayah udaranya.
Serangan tersebut menyebabkan 10 personel militer terluka di sebuah kamp militer.
Sementara itu, Qatar berhasil mencegat sejumlah drone Iran sebelum mencapai targetnya.
Di Uni Emirat Arab, sistem pertahanan udara berhasil menghancurkan 16 rudal balistik dan 42 drone yang diluncurkan Iran.
Perusahaan industri Emirates Global Aluminium melaporkan bahwa salah satu fasilitas mereka di Abu Dhabi mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.
Baca Juga
Enam karyawan dilaporkan mengalami luka-luka.
Sementara itu, perusahaan Aluminium Bahrain juga melaporkan dua stafnya mengalami cedera ringan akibat serangan serupa. (*)