Serangan tersebut menargetkan berbagai lokasi militer Iran di wilayah tengah dan barat negara tersebut, termasuk fasilitas peluncuran rudal dan gudang penyimpanan senjata.
Selain target di Iran, serangan udara juga dilaporkan mengenai lokasi milisi yang berafiliasi dengan Iran di wilayah Mosul dan Tuz Khurmatu di Irak.
Di sisi lain, sebuah universitas di kota Isfahan menyatakan bahwa kampus mereka menjadi sasaran serangan untuk kedua kalinya dalam akhir pekan ini.
Serangan tersebut menambah daftar panjang target infrastruktur yang terkena dampak konflik yang semakin meluas di kawasan.
Di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat, laporan media internasional menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat tengah mempersiapkan kemungkinan intervensi darat di Iran.
Menurut laporan dari CNN, Brad Cooper, Kepala Komando Pusat Amerika Serikat, telah mengadakan pertemuan dengan pejabat militer Israel untuk membahas strategi menghadapi konflik yang sedang berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, Cooper bertemu dengan Kepala Staf militer Israel, Eyal Zamir, serta sejumlah jenderal senior Israel.
Pembahasan difokuskan pada upaya menghentikan produksi senjata Iran serta kemungkinan operasi militer yang lebih luas.
Pentagon juga dilaporkan mempertimbangkan untuk mengamankan sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk pusat ekspor minyak di Pulau Kharg yang menjadi salah satu terminal minyak terbesar di negara tersebut.
Iran Balas Serangan ke Israel dan Negara Teluk
Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam. Militer Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah negara Teluk.
Sebuah kompleks industri di dekat kota Beer Sheva di gurun Negev dilaporkan terkena rudal atau puing-puing yang memicu peringatan bahan berbahaya.
Rekaman video yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan asap tebal membumbung dari kompleks industri Neot Hovav di Israel selatan.
Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Kompleks industri tersebut diketahui menampung lebih dari 30 fasilitas pabrik yang menangani bahan kimia dan industri berat.