Ekonomi . 31/03/2026, 11:05 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Admin
fin.co.id - Pasar modal Indonesia sedang dalam fase penuh ketegangan. Pada penutupan perdagangan Senin (30/03), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela parkir di zona merah pada level 7,091.67 atau terkoreksi tipis 0.08 persen. Sektor finansial menjadi biang kerok utama dengan kemerosotan mencapai 1.17 persen, disusul sektor material dasar yang ikut tergerus.
Kabar buruknya, volatilitas ini bukan tanpa alasan. Eskalasi konflik geopolitik global masih menjadi hantu bagi para pemodal di tanah air. Gejolak antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel membuat nyali investor menciut dan lebih memilih untuk mengamankan aset mereka.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, mengungkapkan bahwa tensi tinggi di Timur Tengah masih menjadi faktor dominan yang menekan psikologis pasar. Belum lagi, para pelaku pasar kini sedang menahan napas menanti rilis data ekonomi penting dari negeri Paman Sam dan angka inflasi domestik.
"Para investor masih wait and see menunggu perkembangan perang AS-Iran, serta data payroll AS dan data Inflasi Indonesia," jelas Priyambada, Selasa (31/03). Ketidakpastian ini membuat aliran modal asing cenderung tertahan sebelum ada titik terang mengenai kondisi keamanan global dan indikator makroekonomi terbaru.
Menariknya, nasib berbeda justru dialami bursa Wall Street di Amerika Serikat. Indeks utama di sana berhasil ditutup menguat mayoritas berkat aksi beli pasca penurunan tajam minggu lalu. Meredanya aksi jual di pasar obligasi memberi angin segar bagi bursa AS, yang diharapkan bisa menular ke pasar saham dalam negeri pada perdagangan hari ini.
Secara teknikal, analis melihat adanya potensi pembalikan arah (rebound) bagi IHSG. Pola white spinning top yang terbentuk serta indikator Stochastic yang berada di area jenuh jual (oversold) mengisyaratkan bahwa indeks kebanggaan kita ini punya peluang besar untuk menghijau kembali.
PT Reliance Sekuritas memprediksi IHSG Selasa (31/3) akan bergerak agresif dengan kecenderungan menguat. Level support kuat berada di 7,022, sementara target resistance yang harus ditembus berada di level 7,148. Jika sentimen global sedikit melunak, bukan tidak mungkin IHSG akan menutup celah pelemahan kemarin dengan cepat.
"Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk white spinning top... indikator Stochastic flat pada area oversold. Sehingga dengan demikian, kami perkirakan IHSG akan mengalami penguatan," tambah Priyambada optimis.
Bagi Anda yang sedang mencari peluang di tengah fluktuasi pasar, berikut adalah empat saham yang masuk dalam radar analis karena menunjukkan pola pembalikan arah yang kuat (bullish pattern):
Ingat, kondisi pasar sangat dinamis terutama karena faktor eksternal geopolitik. Selalu gunakan manajemen risiko dan pasang stop loss sesuai rencana trading Anda untuk menjaga modal tetap aman di tengah badai sentimen global. - Bianca Khairunnisa/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media