Internasional . 31/03/2026, 19:52 WIB

Gempuran Udara AS-Israel Hantam Iran Barat: 14 Tewas, Belasan Kritis!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Konflik bersenjata di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam wilayah Iran barat pada Selasa, 31 Maret 2026. Gempuran mematikan ini menyasar pemukiman warga dan situs religi bersejarah, yang mengakibatkan belasan nyawa melayang serta puluhan lainnya menderita luka-luka.

Wakil Gubernur Provinsi Markazi, Hassan Kamari, melaporkan bahwa serangan langsung tersebut menerjang tiga area pemukiman warga. Dampaknya sangat fatal; empat gedung runtuh seketika dan empat bangunan lainnya mengalami kerusakan parah. Media lokal Iran menyebutkan bahwa operasi militer ini terfokus di daerah Mahallat sepanjang malam.

Dampak Kerusakan di Provinsi Markazi dan Zanjan

Tragedi ini merenggut setidaknya 11 nyawa di Provinsi Markazi, sementara 15 orang lainnya harus mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka. Namun, duka tidak berhenti di situ. Kantor berita IRNA mengabarkan bahwa tiga orang tambahan tewas saat rudal menghantam Masjid Jameh yang ikonik di Provinsi Zanjan.

Masjid bersejarah yang berdiri sejak abad ke-19 tersebut mengalami kerusakan luar biasa. Serangan menghancurkan total aula pertemuan serta perpustakaan yang berada di samping halaman utama kompleks masjid. Video yang beredar luas di media sosial bahkan memperlihatkan menara masjid yang ikonik dalam kondisi rusak berat akibat ledakan.

Eskalasi Konflik Sejak Februari 2026

Ketegangan antara poros AS-Israel melawan Iran sebenarnya telah meletus sejak 28 Februari lalu. Hingga hari ini, rangkaian serangan udara tersebut telah menelan lebih dari 1.340 korban jiwa, termasuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai bentuk perlawanan, Teheran membalas dengan meluncurkan kawanan drone dan rudal ke arah Israel serta negara-negara tetangga yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat.

Aksi saling balas ini tidak hanya menimbulkan kerugian infrastruktur sipil yang masif, tetapi juga mulai mengganggu stabilitas pasar global dan jalur penerbangan internasional secara signifikan.

Serangan Menyasar Posisi PMF di Irak

Selain di wilayah Iran, armada tempur AS-Israel juga membombardir posisi Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF) di Irak pada Selasa malam. Kelompok PMF mengonfirmasi bahwa serangan rudal mengenai posisi Brigade ke-45 di sektor Jurf al-Nasr, Provinsi Babil, serta Brigade ke-31 di Provinsi Anbar.

Meskipun markas mereka menjadi sasaran empuk, pihak PMF menyatakan bahwa serangan kali ini tidak menimbulkan kerugian jiwa yang signifikan bagi personel mereka. PMF sendiri merupakan organisasi keamanan resmi Irak yang terbentuk pada 2014 untuk menumpas kelompok teroris ISIS.

Ketegangan Regional yang Terus Meningkat

Amerika Serikat menuding beberapa faksi di dalam PMF memiliki keterikatan kuat dengan Iran. Tuduhan ini muncul karena kelompok perlawanan di Irak kerap mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pangkalan militer Washington di kawasan tersebut. Saat ini, dunia sedang memantau dengan cemas apakah eskalasi ini akan berujung pada perang terbuka yang lebih luas di wilayah Teluk.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com