Nasional . 31/03/2026, 17:12 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Pokoknya akan ditetapkan bulan ini,” kata Airlangga.
Meski demikian, pemerintah masih menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan secara resmi detail kebijakan tersebut kepada publik.
Jika resmi diterapkan, kebijakan WFH satu hari dalam sepekan berpotensi menjadi pola kerja baru yang berlaku secara nasional.
Langkah ini juga mencerminkan perubahan paradigma kerja yang semakin fleksibel, terutama setelah pandemi beberapa tahun lalu membuktikan bahwa sistem kerja jarak jauh dapat tetap berjalan produktif.
Bagi sektor swasta, kebijakan ini diperkirakan akan memberikan fleksibilitas tambahan dalam pengelolaan sumber daya manusia, sekaligus membantu menekan biaya operasional seperti transportasi dan penggunaan energi kantor.
Selain efisiensi anggaran, kebijakan WFH juga berpotensi membawa sejumlah manfaat lain, antara lain:
Mengurangi kemacetan di kota-kota besar
Menekan konsumsi bahan bakar transportasi
Mengurangi biaya operasional kantor
Meningkatkan keseimbangan kerja dan kehidupan pekerja
Banyak pengamat menilai bahwa penerapan WFH secara terbatas, misalnya satu hari dalam sepekan, bisa menjadi solusi kompromi antara produktivitas kerja dan efisiensi biaya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media