Nasional . 01/04/2026, 11:36 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Gubernur Banten Andra Soni resmi memanggil Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyusul insiden yang terjadi di hadapan para aparatur sipil negara (ASN). Pemanggilan ini merupakan bentuk pembinaan sekaligus upaya rekonsiliasi agar ketidakharmonisan pemimpin daerah tidak melumpuhkan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Lebak.
Ketegangan antara dua pimpinan daerah tersebut memuncak saat acara halalbihalal di Pendopo Kabupaten Lebak, Senin (30/3/2026). Di hadapan ratusan ASN, Hasbi melontarkan kritik tajam dengan nada tinggi terkait kewenangan wakil bupati, bahkan sempat menyinggung rekam jejak masa lalu Amir Hamzah. Insiden ini hampir berujung kontak fisik sebelum akhirnya dilerai oleh staf yang hadir.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan kedua belah pihak secara terpisah pada Selasa (31/3/2026). Hasbi terpantau mendatangi Kantor Gubernur di Serang pada siang hari, sementara komunikasi dengan Wakil Bupati Amir Hamzah masih dilakukan melalui sambungan telepon sebelum pertemuan tatap muka dijadwalkan.
"Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Gubernur memiliki tanggung jawab pembinaan. Kami sudah berdiskusi dan saya melihat ada niat baik dari Pak Bupati untuk segera menuntaskan persoalan ini," ujar Andra Soni, Rabu (1/4/2026).
Andra menekankan bahwa sinergi antara bupati dan wakil bupati adalah harga mati bagi keberlangsungan pembangunan. Ia mensinyalir adanya penggunaan diksi yang kurang tepat yang memicu ketersinggungan personal.
"Intinya, kita ingin semua kepala daerah bersinergi kuat agar pelayanan masyarakat tidak terganggu," tambahnya
Usai pertemuan, Hasbi Jayabaya tampak enggan berkomentar banyak. Ia berkilah kedatangannya hanya sebatas koordinasi pembangunan rutin. "Sudah selesai, hanya koordinasi dengan Pak Gubernur mengenai pembangunan yang lain," ucapnya singkat sambil bergegas meninggalkan lokasi.
Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Lebak Juwita Wulandari mengingatkan agar ego sektoral tidak mengalahkan visi awal pembangunan Lebak. Menurutnya, konflik subjektif antara pemimpin daerah hanya akan menciptakan birokrasi yang tidak sehat.
"Perbedaan pendapat itu wajar dalam dinamika kepemimpinan, namun jangan sampai bergeser menjadi persoalan pribadi yang menghambat kesejahteraan rakyat," tegas Juwita.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media