Internasional . 02/04/2026, 08:33 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Misi bersejarah kembali dimulai. NASA resmi meluncurkan misi Artemis II yang membawa manusia kembali ke lintasan Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.
Peluncuran dilakukan menggunakan roket SLS (Space Launch System) dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Antariksa Kennedy, Florida, pada Rabu pukul 18.35 EDT. Empat astronot diterbangkan menggunakan pesawat ruang angkasa Orion dalam misi uji coba mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.
Momen ini menjadi tonggak penting dalam upaya eksplorasi luar angkasa yang lebih ambisius, sekaligus membuka jalan menuju misi jangka panjang ke Bulan hingga Mars.
“Peluncuran hari ini menandai momen penting bagi bangsa kita dan bagi semua yang percaya pada eksplorasi. Artemis II dibangun di atas visi yang ditetapkan oleh Presiden Donald J. Trump, mengembalikan umat manusia ke Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun dan membuka babak selanjutnya dari eksplorasi bulan di luar Apollo. Di atas Orion terdapat empat penjelajah luar biasa yang bersiap untuk penerbangan berawak pertama roket dan pesawat ruang angkasa ini, sebuah misi uji coba sejati yang akan membawa mereka lebih jauh dan lebih cepat daripada manusia mana pun dalam satu generasi,” kata Administrator NASA Jared Isaacman, dikutip dari situs NASA, Kamis 2 April 2026.
“Artemis II adalah awal dari sesuatu yang lebih besar daripada misi tunggal mana pun. Ini menandai kembalinya kita ke Bulan, bukan hanya untuk berkunjung, tetapi untuk akhirnya menetap di Pangkalan Bulan kita, dan meletakkan dasar untuk lompatan besar berikutnya ke depan" lanjutnya.
Misi Artemis II direncanakan berlangsung sekitar 10 hari, melibatkan empat awak yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada. Ini menjadi misi berawak pertama dalam program Artemis yang akan menguji berbagai sistem penting, termasuk sistem pendukung kehidupan di dalam pesawat.
Setelah mencapai orbit, Orion langsung mengembangkan panel suryanya untuk menyerap energi Matahari. Tim di darat bersama kru kemudian mulai melakukan serangkaian pengecekan sistem untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.
“Artemis II adalah penerbangan uji coba, dan uji coba baru saja dimulai. Tim yang membangun wahana ini, memperbaikinya, dan mempersiapkannya untuk penerbangan telah memberi kru kami mesin yang mereka butuhkan untuk membuktikan kemampuannya,” kata Wakil Administrator NASA Amit Kshatriya.
“Selama 10 hari ke depan, Reid, Victor, Christina, dan Jeremy akan menguji Orion sehingga kru yang mengikuti mereka dapat pergi ke permukaan Bulan dengan percaya diri. Kita baru satu misi dalam kampanye panjang, dan pekerjaan di depan kita lebih besar daripada pekerjaan di belakang kita," ujarnya.
Sekitar 49 menit setelah lepas landas, tahap atas roket SLS menyala untuk membawa Orion ke orbit elips Bumi. Selanjutnya, pembakaran kedua akan mendorong wahana ke orbit tinggi hingga sekitar 46.000 mil dari Bumi sebelum akhirnya terpisah dan melanjutkan perjalanan secara mandiri.
Dalam tahap lanjutan, roket juga akan melepas empat satelit kecil (CubeSat) dari berbagai negara untuk keperluan penelitian dan demonstrasi teknologi antariksa.
Selama satu hari di orbit tinggi Bumi, kru akan melakukan uji kendali manual guna mengevaluasi kemampuan manuver Orion. Jika seluruh sistem dinyatakan aman, wahana akan menjalani manuver injeksi translunar untuk menuju lintasan Bulan.
Saat melintasi sisi jauh Bulan, para astronot akan mengambil gambar serta melakukan pengamatan langsung terhadap permukaan yang jarang terlihat dari Bumi. Kondisi pencahayaan yang terbatas justru memberikan kontras bayangan yang membantu mengungkap detail permukaan seperti kawah dan lereng.
Setelah menyelesaikan misi, Orion dijadwalkan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.
Misi Artemis II menjadi langkah awal dalam ambisi besar NASA untuk membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan, sekaligus menjadi fondasi menuju misi berawak pertama ke Mars di masa depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media