Kesehatan . 03/04/2026, 13:50 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Kemunculan varian baru virus corona kembali menjadi perhatian dunia. Varian turunan dari Omicron yang dikenal sebagai BA.3.2 atau dijuluki “Cicada” dilaporkan telah terdeteksi di sedikitnya 25 negara di berbagai kawasan dunia.
Para ilmuwan saat ini masih terus memantau karakteristik varian tersebut, mulai dari pola penyebaran hingga potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Meski informasi awal mulai memberikan gambaran, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya sifat varian ini.
Varian baru ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap COVID-19 yang hingga kini masih terus mengalami evolusi.
Varian “Cicada” merupakan turunan dari varian Omicron yang diberi kode BA.3.2.
Varian ini pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024. Setelah sempat tidak banyak terdeteksi dalam beberapa waktu, varian ini kembali muncul dan mulai menyebar lebih luas sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang juga dikutip sejumlah media internasional, varian BA.3.2 kini telah ditemukan di setidaknya 25 negara.
Negara-negara tersebut berada di berbagai kawasan dunia, antara lain:
Afrika
Eropa
Amerika Utara
Asia
Oseania
Penyebaran varian ini teridentifikasi melalui berbagai metode pemantauan, seperti:
Analisis sampel klinis pasien
Pemeriksaan pelaku perjalanan internasional
Pemantauan lingkungan
Meski sudah terdeteksi di banyak negara, BA.3.2 saat ini masih dikategorikan sebagai variant under monitoring, yaitu varian yang masih dalam tahap pemantauan oleh otoritas kesehatan global.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media