Nasional . 03/04/2026, 16:14 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya tercatat cukup aktif sepanjang Maret 2026. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui BMKG Stasiun Geofisika Bandung menunjukkan bahwa selama satu bulan tersebut terjadi 111 kali gempa bumi.
Selain aktivitas gempa, BMKG juga mencatat fenomena cuaca ekstrem lain seperti sambaran petir yang mencapai lebih dari dua juta kejadian. Kondisi ini menunjukkan dinamika atmosfer di wilayah Jawa Barat masih cukup aktif dan perlu menjadi perhatian masyarakat.
Kepala Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi berada pada kedalaman dangkal hingga menengah dengan pusat gempa tersebar di darat maupun laut selatan Jawa.
Berdasarkan data BMKG, gempa yang terjadi sepanjang Maret 2026 memiliki kedalaman hiposenter yang bervariasi.
Rinciannya adalah sebagai berikut:
Gempa dangkal (kedalaman < 60 km): 86 kejadian
Gempa menengah (kedalaman 60–300 km): 25 kejadian
Gempa dalam (> 300 km): 0 kejadian
Rentang kedalaman gempa yang tercatat berada antara 1 kilometer hingga 157 kilometer.
Sementara dari sisi kekuatan gempa, BMKG mencatat:
Magnitudo terbesar: M5,4
Magnitudo terkecil: M0,9
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi tergolong kecil hingga menengah dan tidak semuanya dirasakan oleh masyarakat.
Dari total 111 kejadian gempa yang tercatat, sebagian besar berpusat di wilayah laut.
Distribusi lokasi hiposenter gempa meliputi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media