Nasional . 06/04/2026, 12:26 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Ancaman tidak berhenti pada erupsi saja. Gunung Semeru juga berpotensi memicu awan panas, guguran lava, hingga aliran lahar.
Beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian serius antara lain:
Selain itu, sungai-sungai kecil yang menjadi anak dari Besuk Kobokan juga berpotensi terdampak aliran lahar. Kondisi ini biasanya terjadi saat material vulkanik terbawa air, terutama ketika hujan turun.
Lonjakan aktivitas seperti ini sering menjadi sinyal bahwa tekanan magma di dalam gunung meningkat. Meski tidak selalu berujung pada erupsi besar, pola letusan berulang dengan ketinggian kolom abu yang bervariasi menunjukkan dinamika yang belum stabil.
Karena itu, pemantauan intensif menjadi kunci. Data dari seismograf, visual letusan, hingga arah sebaran abu menjadi indikator penting untuk menentukan langkah mitigasi berikutnya.
Bagi masyarakat, memahami zona rawan dan mengikuti arahan resmi menjadi langkah paling aman. Jangan abaikan peringatan, karena kondisi gunung bisa berubah dalam hitungan menit. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media