Ekonomi . 06/04/2026, 13:22 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa kondisi likuiditas dan ketahanan pasar modal nasional tetap terjaga stabil, meski saat ini bursa saham global maupun regional sedang mengalami guncangan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa meskipun sektor pengelolaan investasi mengikuti dinamika pasar pada Maret 2026, tingkat penurunannya masih tergolong wajar.
Pergerakan Indeks dan Arus Modal Asing
Terkait performa pasar saham, Hasan Fawzi menjelaskan rincian angka penutupan pada bulan tersebut:
"IHSG pada akhir Maret tercatat ditutup di level 7048,22 atau terkoreksi sebesar 14,42 persen month to month. Namun investor asing tercatat membukukan net sale di pasar saham senilai 23,34 triliun rupiah month to month dengan tercatat lonjakan jual oleh investor asing yang disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di bursa efek," tutur Hasan dalam Konferensi Pers RDK OJK, Senin, 6 April 2026.
Walaupun terdapat koreksi pada Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana sebesar 2,51% secara bulanan, Hasan menekankan, secara tahunan kinerjanya masih menunjukkan tren yang menggembirakan.
"Namun (NAB) masih tumbuh positif sebesar 3,02 persen year to date. Terjadinya kinerja NAB ini ditopang oleh adanya net subscription secara year to date yang signifikan, yaitu sebesar Rp 29,12 triliun rupiah," tambah Hasan.
Pertumbuhan Basis Investor dan Pendanaan Korporasi
Kabar positif datang dari sisi demografi investasi. Jumlah masyarakat yang terjun ke pasar modal terus melonjak drastis, memberikan fondasi yang kuat bagi struktur pasar domestik.
"Jumlah investor kembali bertambah sebanyak 1,78 juta investor baru di bulan Maret 2026. Sehingga total jumlah investor kita sudah mencapai Rp 24,74 juta atau telah tumbuh sebesar 21,51 persen year to date," pungkas Hasan.
Hasan juga menyoroti peran strategis pasar modal sebagai instrumen vital dalam menyokong permodalan bagi sektor riil:
"Pasar modal dalam negeri terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga akhir Maret 2026 secara year to date, nilai fundraising di korporasi di pasar modal telah mencapai angka Rp51,96 triliun," tambahnya.
Bursa Karbon dan Langkah Mitigasi OJK
Selain pasar ekuitas, sektor bursa karbon juga menunjukkan aktivitas yang dinamis pada Maret 2026. Volume perdagangan tercatat mencapai 43.117 TCO2e dengan nilai transaksi kumulatif sebesar Rp93,71 miliar.
Guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global, OJK berkomitmen untuk terus memonitor situasi secara intensif. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan Self-Regulatory Organizations (SRO) serta para pemangku kepentingan industri untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna memperkokoh pendalaman pasar modal di Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media