Hukum dan Kriminal . 06/04/2026, 17:22 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Bagi teman-temannya, memberi makan orang lain adalah cara Eva memastikan semua orang di sekitarnya merasa bahagia.
Eva pindah ke Australia dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan mendukung ekonomi keluarganya di tanah air.
Selama setahun terakhir, kerinduannya pada Evindra dan Vanya (putrinya) sering ia tumpahkan dalam cerita-cerita hangat bersama sahabat.
Leonie Greenbury menyebut Eva sebagai sosok yang lucu, baik hati, dan selalu optimis meski memiliki masa lalu yang kelam.
"Kami semua melindunginya karena kepolosannya. Dia akan melakukan apa saja untuk orang yang dia sayangi," ujar Leonie.
Ironisnya, perlindungan dari teman-temannya tidak mampu menjangkaunya di saat-saat terakhirnya bersama pelaku.
Sepanjang masa tinggalnya di Australia, Eva sangat menyukai perjalanan menyusuri garis pantai Victoria.
Di sanalah ia sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya, menikmati kebebasan dan kedamaian yang selama ini ia cari.
Kini, tempat yang ia cintai itu menjadi saksi bisu berakhirnya perjalanan hidup sang "Ibu Penyayang".
Pemerintah Indonesia melalui KJRI Melbourne terus mengawal kasus ini untuk memastikan keadilan bagi Eva dan memberikan bantuan logistik bagi anak-anak korban yang kini sedang berduka di Indonesia.
Nasib dua putri Eva, Evindra dan Vanya, yang saat ini berada di Indonesia menjadi perhatian serius. Mengingat Eva adalah tumpuan ekonomi keluarga, teman korban memulai inisiatif penggalangan dana melalui situs GoFundMe untuk membantu keberlangsungan hidup dan biaya darurat kedua anak tersebut.
Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne bergerak aktif berkoordinasi dengan otoritas Australia.
Fokus utama saat ini adalah mempercepat proses pemberian visa agar kedua putri Eva dapat segera terbang ke Australia untuk mengurus jenazah ibu mereka dan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media