Hukum dan Kriminal . 07/04/2026, 13:59 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Sosok Andre Fernando Tjhandra alias “The Doctor” mulai terkuak setelah penangkapannya di Penang, Malaysia. Polisi menyebut ia merupakan figur kunci yang menyuplai narkotika ke sedikitnya dua jaringan besar di Indonesia.
Kasatgas NIC Bareskrim Polri, Kombes Pol Kevin Leleury mengungkapkan, penangkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas lembaga dan negara, melibatkan Dittipidnarkoba Bareskrim, Divhubinter, Interpol, hingga KJRI di Malaysia.
“Penangkapan Andre alias Charlie alias ‘The Doctor’ merupakan kerja sama lintas institusi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Kevin, “The Doctor” bukan pelaku biasa. Ia berperan sebagai pemasok utama bagi dua jaringan narkotika besar di Tanah Air.
Jaringan pertama berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sebelumnya terungkap melalui penangkapan Erwin bin Iskandar alias Koko Erwin.
Sementara jaringan kedua dikenal dengan nama “White Rabbit” yang beroperasi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Gatot Subroto (Gatsu), Jakarta.
“Untuk sementara, ‘The Doctor’ menyuplai baik ke Koko Erwin maupun ke jaringan White Rabbit di PIK,” jelas Kevin.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami peran lengkap serta skala jaringan yang dikendalikan tersangka.
Andre ditangkap pada Minggu, 5 April 2026, di sebuah apartemen di Penang. Saat diamankan, ia diketahui berada seorang diri tanpa pendamping.
Dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa tas dan sejumlah telepon genggam yang kini tengah dianalisis untuk pengembangan penyidikan.
Hasil interogasi awal mengungkap bahwa Andre telah berada di Malaysia sejak 2024. Dari sana, ia diduga mengendalikan peredaran narkotika lintas negara, termasuk memfasilitasi pelarian Koko Erwin saat kasus mulai terungkap.
Penindakan terhadap Andre dilakukan oleh otoritas Malaysia dengan koordinasi erat bersama Interpol dan Polri.
Kevin menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari strategi besar Bareskrim Polri dalam membongkar jaringan narkotika secara menyeluruh.
“Kita membangun pengungkapan dari bawah sampai ke atas, dari hulu sampai ke hilir,” katanya.
Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan narkotika internasional yang dikendalikan “The Doctor”.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media