Ekonomi . 07/04/2026, 20:59 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Dunia internasional kini menanti rilis laporan Cadangan Devisa (Cadev) yang akan diumumkan esok hari.
Data ini akan menjadi indikator krusial bagi pelaku pasar untuk mengukur seberapa besar 'amunisi' yang telah digelontorkan BI dalam dua bulan terakhir untuk melakukan intervensi pasar.
Di saat rupiah dan peso Filipina terseret jatuh karena kekhawatiran fiskal yang mendalam, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru menunjukkan tanda-tanda pemulihan (rebound).
Mata uang lain yang menunjukkan penguatan:
Fenomena ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah saat ini tidak hanya berasal dari sentimen global.
Hal ini menandakan tekanan terhadap rupiah tidak sepenuhnya mengikuti tren regional, melainkan juga dipengaruhi faktor domestik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media