Internasional . 07/04/2026, 07:34 WIB

Trump Kembali Beri Ultimatum Final ke Iran: Ancam Ratakan Jembatan dan Pembangkit Listrik

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memperluas target ancaman militernya ke seluruh pembangkit listrik dan jembatan di wilayah Iran. Langkah ekstrem ini muncul setelah Tehran menolak proposal gencatan senjata selama 45 hari dan menuntut penghentian perang secara permanen.

Gedung Putih menetapkan batas waktu akhir (deadline) pada Selasa 7 April 2026 pukul 20.00 waktu setempat. Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat siap melumpuhkan kekuatan Iran dalam waktu singkat jika tuntutan pembukaan Selat Hormuz tidak segera dipenuhi. Jalur perairan tersebut sangat krusial karena mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia.

Penolakan Diplomasi dan Krisis Kepercayaan

Pemerintah Iran merespons gertakan tersebut dengan mengajukan sepuluh poin rencana perdamaian melalui Pakistan sebagai mediator. Namun, rasa saling percaya antara kedua belah pihak berada pada titik terendah. Pihak otoritas Iran menyatakan keberatan untuk kembali ke meja perundingan tanpa jaminan keamanan yang pasti.

"Kami hanya akan menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi," tegas Mojtaba Ferdousi Pour, Kepala Misi Diplomatik Iran di Kairo, seperti dikutip dari The Associated Press.

Iran juga menyoroti tindakan Amerika Serikat yang tetap melakukan pengeboman sebanyak dua kali meskipun proses diskusi sedang berlangsung. Ketegangan ini memicu kekhawatiran global mengenai potensi terjadinya kejahatan perang akibat penargetan infrastruktur sipil secara sengaja.

Agresi Israel dan Tewasnya Petinggi Militer

Di tengah tekanan Washington, Israel secara simultan menggempur fasilitas petrokimia di ladang gas South Pars. Lokasi ini merupakan sumber energi domestik terbesar bagi 93 juta penduduk Iran sekaligus mesin ekonomi negara. Selain menghancurkan aset ekonomi, serangan Israel juga menyasar personel tingkat tinggi.

Beberapa poin krusial terkait serangan militer terbaru meliputi:

Gugurnya Mayor Jenderal Majid Khademi, Kepala Intelijen Garda Revolusi (IRGC).

Tewasnya Asghar Bakeri, pemimpin unit penyamaran Pasukan Quds.

Penghancuran puluhan helikopter dan pesawat di tiga bandara utama Teheran: Bahram, Mehrabad, dan Azmayesh.

Serangan udara di kawasan Universitas Teknologi Sharif yang mengakibatkan kepulan asap pekat di Azadi Square.

Dampak Kemanusiaan yang Meluas

Hingga saat ini, laporan resmi mencatat lebih dari 1.900 orang tewas di Iran sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu. Kondisi di ibu kota Teheran semakin mencekam bagi warga sipil yang harus bertahan di tengah suara dentuman bom dan drone setiap malam. Warga mulai mengkhawatirkan pemutusan total akses listrik, gas, dan air bersih jika ancaman Trump benar-benar terlaksana.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com