Nasional . 09/04/2026, 08:25 WIB

Gerindra Sindir Tokoh 'Kompori' Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tapi Prabowo Ogah Bebani Rakyat

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id – Fraksi Gerindra menyuarakan keprihatinan mendalam terkait munculnya desakan dari sejumlah pihak agar Presiden Prabowo Subianto menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Desakan tersebut muncul sebagai reaksi atas memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi, mempertanyakan motif di balik dorongan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, saat kepala negara berkomitmen penuh untuk melindungi daya beli masyarakat, justru ada tokoh yang dikenal vokal membela rakyat malah menyuarakan hal sebaliknya.

"Kita sangat miris melihat ada tokoh masyarakat yang biasanya terdepan membela kepentingan rakyat, tapi ketika Presiden berdiri tegak mempertahankan harga agar tidak naik, mereka malah mendorong pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Di mana keberpihakan mereka?" ujar Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Senayan, Rabu 8 April 2026.

Menepis Hoaks 'Kiamat' BBM 21 Hari

Selain menyoroti tekanan politik terhadap harga, Bambang juga mengklarifikasi isu liar di media sosial mengenai sisa stok BBM nasional yang dikabarkan hanya bertahan 21 hari. Ia menegaskan narasi tersebut merupakan disinformasi yang sengaja diciptakan untuk memicu kepanikan massal (panic buying).

Bambang menjelaskan bahwa angka 21 hari merupakan prosedur standar ketahanan stok nasional jika tidak ada pasokan sama sekali yang masuk ke Indonesia. Namun pada faktanya, rantai pasokan BBM tetap berjalan normal dan stabil tanpa gangguan berarti.

"Hoaks di media sosial sangat masif, seolah-olah BBM kita habis. Padahal pasokan aman. Perlu diketahui, ketergantungan kita pada jalur Selat Hormuz hanya sekitar 15 hingga 18 persen," jelasnya.

Ketahanan Energi dari Berbagai Penjuru Dunia

Pemerintah melalui Pertamina telah melakukan diversifikasi sumber pasokan minyak mentah untuk menjaga ketahanan energi nasional. Bambang menyebutkan bahwa mayoritas kebutuhan BBM Indonesia tidak hanya bergantung pada kawasan Timur Tengah yang saat ini sedang bergejolak.

Indonesia tercatat mengambil pasokan dari berbagai negara di luar area konflik, seperti Angola, Nigeria, hingga Amerika Serikat. Dengan skema pasokan yang tersebar, guncangan di satu kawasan tidak serta-merta melumpuhkan ketersediaan energi dalam negeri.

Bambang meminta jajaran terkait, mulai dari Dirjen Migas hingga Pertamina Patra Niaga, untuk lebih aktif meluruskan informasi yang menyesatkan. Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas nasional dan memastikan bahwa kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas di atas tekanan pihak-pihak tertentu.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com