Nasional . 10/04/2026, 12:31 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengecam keras tindakan seorang penumpang yang secara sengaja menahan pintu otomatis Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang, Selasa, 7 April 2026. Aksi nekat yang terekam kamera dan viral di media sosial tersebut memicu gangguan pada sistem sensor pintu dan menghambat jadwal perjalanan ratusan penumpang lainnya.
Kejadian bermula saat seorang penumpang menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron tepat ketika pintu kereta mulai menutup. Bukannya melapor ke petugas, penumpang tersebut justru mencoba mengganjal pintu agar tidak tertutup rapat, bahkan sempat menjulurkan sebagian tubuhnya ke luar gerbong.
"Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain," tegas General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, Jumat, 10 April 2026.
Tindakan paksa menahan pintu ini berakibat fatal pada sistem otomatisasi Whoosh. Sensor pintu mengalami gangguan teknis yang memaksa petugas melakukan pengecekan ulang demi keamanan. Dampaknya, kereta yang seharusnya berangkat pada pukul 07.23 WIB terpaksa tertunda hingga pukul 07.25 WIB.
Eva menjelaskan bahwa setiap rangkaian Whoosh memiliki teknologi pintu otomatis yang sangat sensitif. Gangguan pada sensor ini tidak hanya merusak sarana secara jangka panjang, tetapi juga membahayakan nyawa penumpang jika pintu tidak tertutup sempurna saat kereta melaju dalam kecepatan tinggi.
Berdasarkan rekaman video, penumpang tersebut baru masuk sepenuhnya ke dalam gerbong setelah petugas keamanan menyerahkan barang yang tertinggal. KCIC memastikan telah memberikan teguran langsung kepada oknum tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
KCIC mengingatkan bahwa seluruh barang bawaan merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing penumpang. Namun, perusahaan telah menyediakan sistem Lost and Found yang andal bagi jemaah atau pelancong yang mengalami kehilangan barang.
Apabila menyadari ada barang tertinggal saat kereta sudah akan berangkat, penumpang dilarang keras menahan pintu. Langkah yang benar adalah:
Mematuhi instruksi petugas peron dan segera masuk ke gerbong.
Menghubungi petugas di dalam kereta (train attendant) untuk melaporkan detail barang.
Petugas stasiun akan mengamankan barang tersebut dan mengirimkannya melalui rangkaian kereta berikutnya.
Edukasi mengenai kepatuhan terhadap aturan di dalam moda transportasi modern seperti Whoosh menjadi sangat krusial. Keamanan dan kenyamanan bersama harus selalu menjadi prioritas utama di atas kepentingan individu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media