Politik . 13/04/2026, 17:53 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat sejumlah kepala daerah dalam beberapa waktu terakhir. Tito mempertanyakan kembali efektivitas sistem pemilihan langsung oleh rakyat dalam memilih pemimpin daerah.
"Yang milih siapa? Rakyat. Rakyat iya kan. Sudah itu saja,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Menurutnya, fenomena OTT yang berulang ini memunculkan tanda tanya besar terhadap mekanisme rekrutmen melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung.
Ia menilai, sistem tersebut tidak sepenuhnya mampu menjamin lahirnya pemimpin yang berkualitas.
“Artinya apa, apakah ini ada hubungannya dengan kaitan dengan mekanisme rekrutmen pilkada langsung? Dan ternyata enggak menjamin ada pemimpin yang bagus. Ada pemimpin yang bagus, ada juga yang begini,” ujarnya.
Mantan Kapolri itu juga menyinggung sejumlah faktor lain yang turut berperan dalam munculnya kasus korupsi, seperti tingkat kesejahteraan, potensi moral hazard, serta integritas para kepala daerah.
Lebih jauh, Tito melihat maraknya OTT dalam waktu yang berdekatan sebagai indikasi adanya persoalan yang bersifat sistemik. Ia menilai bahwa ada masalah mendasar yang perlu dievaluasi, salah satunya terkait tingginya biaya politik dalam Pilkada langsung.
"Tapi saya berpikir tidak hanya melihat case-nya saja. Ini kan sudah beberapa kali terjadi dalam waktu yang singkat ya. Artinya kan ada problema yang sistematis, begitu. Ada problem yang mendasar," ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa meskipun sistem Pilkada langsung memiliki kelebihan, tetap terdapat sejumlah kelemahan yang perlu menjadi perhatian.
"Mungkin salah satunya adalah salah mekanisme rekrutmen yang selama ini yang digunakan. Mereka semua kan adalah hasil dari pemilihan langsung, ya toh, Pilkada," imbuhnya.
"Pemilihan langsung di satu sisi ada yang baik, ya, ada positifnya, tapi ada juga negatifnya. Di antaranya ya biaya politik yang mahal, dan tidak menjamin yang terpilih ternyata orang yang baik. Kira-kira gitu, sudah itu aja," jelasnya.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media