Megapolitan . 13/04/2026, 15:33 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menegaskan, persoalan kabel menjuntai dan semrawut di Ibu Kota tidak dapat diselesaikan secara instan. Menurutnya, penataan kabel membutuhkan proses bertahap dan tidak bisa dilakukan secara cepat.
"Ini memerlukan waktu, tidak bisa bim salabim semuanya akan selesai," kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memiliki program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) sebagai solusi jangka panjang.
Program ini berupa pembangunan infrastruktur bawah tanah yang digunakan untuk menempatkan kabel utilitas seperti telekomunikasi, listrik, hingga perpipaan secara terintegrasi.
"Pemerintah DKI Jakarta telah mempunyai program untuk itu," ujarnya.
Politikus PDI Perjuangan tersebut juga memastikan bahwa Peraturan Daerah (Perda) terkait SJUT telah resmi ditandatangani.
Saat ini, proses pemindahan kabel ke dalam tanah mulai dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah.
"Jadi, SJUT untuk sarana kabel yang kita masukkan ke dalam ini, perdanya sudah saya tandatangani. Dan sekarang ini kita akan mulai fokus, konsentrasi untuk memasukkan kabel ke dalam," pungkasnya.
Sebelumnya, insiden terjadi di Jalan Raya Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, ketika sebuah bus tersangkut kabel menjuntai pada Minggu, 12 April 2026.
Warga setempat kemudian meminta bantuan petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk menangani kabel tersebut agar tidak membahayakan pengguna jalan.
"Sekitar pukul 16.49 WIB terdapat bus melintas dan menabrak kabel yang menjuntai dan mengakibatkan kabel mengganggu akses lalu lintas. Kemudian warga memohon penanganan petugas," kata Kasiops Gulkarmat Jakarta Barat, Ahmad Syaiful.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media