Nasional . 13/04/2026, 22:44 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Hasil investigasi digital terbaru menemukan ada 2 paket raksasa di sektor IT milik Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan melalui jalur Penunjukan Langsung (PL). Nilainya gak main-main: Rp1,26 triliun.
Proyek teknologi berskala nasional ini dinyatakan selesai. Namun anehnya: tanpa identitas vendor dan tanpa realisasi anggaran di sistem.
Bagaimana mungkin proyek triliunan rupiah rampung tanpa jejak pelaksana?
Kejanggalan ini bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang terekam dalam sistem pengadaan negara.
Proyek berskala nasional yang seharusnya melalui tender kompetitif justru diberikan kepada pihak misterius dalam waktu singkat menjelang tutup tahun anggaran 2025.
Pada September 2025, BGN mendaftarkan dua paket jasa IT dalam sistem SiRUP LKPP yang bikin mata terbelalak. Kedua paket tersebut adalah:
Anehnya, kedua proyek bernilai total Rp1,2 triliun ini dikunci dengan metode Penunjukan Langsung.
Berdasarkan Perpres 12/2021, metode ini hanya boleh dilakukan untuk kondisi darurat atau penyedia tunggal.
Proyek triliunan tapi tidak ditender. Siapa pemain tunggal yang begitu sakti sampai tidak butuh kompetisi?
Sedarurat apa sehingga menjelang akhir tahun anggaran harus dibuat pengadaan raksasa begini secara diam-diam?
‘PROYEK IT HANTU’ Rp1,26 Triliun di Badan Gizi Nasional, Statusnya Selesai Tapi Realisasi Rp0, Nama Vendor Hilang
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media