Internasional . 14/04/2026, 10:35 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV, menunjukkan sikap tegas di tengah serangan verbal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Paus menegaskan tidak merasa takut terhadap tekanan pemerintah AS terkait seruannya untuk segera mengakhiri konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan koalisi AS-Israel dan Iran.
Perseteruan ini memuncak saat Paus Leo XIV hendak bertolak dari Roma menuju Aljir, Aljazair, untuk kunjungan resmi. Dalam perjalanan tersebut, Paus asal Amerika Serikat ini merespons tuduhan Trump yang menyebutnya "lemah" dan tidak memahami kompleksitas kebijakan luar negeri, terutama terkait isu nuklir Iran.
Berbicara kepada awak media di atas pesawat kepausan, Selasa 14 April 2026, Paus Leo menekankan bahwa posisinya bukan sebagai aktor politik yang merumuskan strategi perang, melainkan sebagai pemimpin spiritual yang memegang teguh ajaran Injil.
"Kami bukan politisi, kami tidak berupaya membuat kebijakan luar negeri dengan perspektif yang sama seperti yang mungkin dia (Trump) pahami," ujar Paus Leo sebagaimana dikutip dari laporan AFP.
Ia menambahkan bahwa Gereja memiliki tugas moral yang sangat jelas untuk menentang kekerasan. Menurutnya, pesan perdamaian dan rekonsiliasi merupakan misi utama yang tidak bisa dinegosiasikan dengan kepentingan politik mana pun.
"Saya tidak takut, baik terhadap pemerintahan Trump, maupun untuk berbicara lantang tentang pesan Injil," tegasnya.
Kritik Trump terhadap Paus bermula dari penolakan keras kepausan terhadap agresi militer yang meletus sejak Februari lalu. Trump menilai sikap Paus justru memberikan ruang bagi Iran untuk mengembangkan senjata nuklir. Dalam berbagai pernyataannya, Trump secara terbuka menyebut dirinya "bukan penggemar berat Paus Leo" dan mengkritik pemilihan Leo sebagai Paus yang ia sebut hanya karena faktor kewarganegaraannya.
"Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah. Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran, padahal dunia tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," kata Trump dengan nada bicara yang lugas.
Langkah Trump menyerang pemimpin Vatikan tersebut memicu reaksi diplomatik. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, langsung melontarkan pembelaan terhadap Paus Leo XIV. Meloni menyatakan bahwa kritik yang dilontarkan Trump sudah melampaui batas dan tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.
Meloni menegaskan bahwa upaya Paus untuk menyerukan perdamaian adalah hal yang wajar dan benar di tengah situasi dunia yang sedang dilanda krisis kemanusiaan akibat perang. Dukungan dari Roma ini semakin mempertegas isolasi terhadap retorika keras Trump di panggung diplomasi Eropa.
Pertikaian ini menjadi sorotan dunia karena mencerminkan benturan antara visi perdamaian kemanusiaan yang diusung Vatikan dengan kebijakan militeristik yang dijalankan oleh pemerintahan Trump saat ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media