Internasional . 15/04/2026, 09:51 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Bencana hidrometeorologi hebat kembali melanda wilayah Haiti Barat Laut dalam beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas sangat tinggi memicu banjir bandang yang mengakibatkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia serta merusak infrastruktur vital di pemukiman warga.
Badan Perlindungan Sipil Haiti melaporkan bahwa cuaca buruk ini mulai menerjang sejak Sabtu dan berlangsung tanpa henti hingga Senin. Kondisi ini memperparah krisis kemanusiaan di negara tersebut, terutama di daerah yang selama ini sulit terjangkau oleh bantuan logistik.
Dahsyatnya luapan air tidak hanya menyasar pemukiman, tetapi juga melumpuhkan fasilitas kesehatan dan transportasi. Berdasarkan data otoritas setempat, tercatat lebih dari 900 rumah penduduk terendam air dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Pemerintah melaporkan sejumlah titik kerusakan parah yang meliputi:
Terendamnya satu unit rumah sakit lokal yang menghambat pelayanan medis darurat.
Putusnya satu jembatan utama yang menjadi urat nadi distribusi antarwilayah.
Kerusakan puluhan ruas jalan yang menutup akses mobilitas warga.
Hancurnya ratusan hektare lahan pertanian produktif.
Kota-kota seperti Port-de-Paix, Saint Louis du Nord, dan Anse-a-Foleur menjadi wilayah yang menerima dampak paling merusak dari siklus cuaca ekstrem kali ini.
Hingga Selasa, 14 April 2026 waktu setempat, pemerintah daerah mengaku masih kesulitan menjangkau titik-titik bencana. Genangan air yang masih tinggi di jalur darat mengunci akses bagi tim penyelamat untuk menyalurkan bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Situasi ini sangat mengkhawatirkan mengingat lebih dari separuh penduduk Haiti saat ini tengah berjuang menghadapi kerawanan pangan akut. Hancurnya lahan pertanian akibat banjir diprediksi akan semakin mencekik ketersediaan pangan di pasar domestik dalam beberapa bulan ke depan.
"Kami tidak mampu mengakses komunitas yang sangat membutuhkan makanan dan barang dasar lainnya karena jalan-jalan terendam banjir," tulis pernyataan resmi otoritas lokal melalui laporan kantor berita AP.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, otoritas di beberapa kota terdampak telah menginstruksikan penutupan sekolah dan sektor usaha hingga kondisi cuaca dinyatakan stabil. Pemerintah pusat kini tengah berupaya memobilisasi sumber daya terbatas untuk membuka kembali jalur komunikasi dan logistik ke wilayah Haiti Barat Laut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media