Politik . 15/04/2026, 13:16 WIB

Menangis di MKD! Aboe Bakar Minta Maaf Usai Singgung Ulama Madura Terkait Narkoba

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, menyampaikan permintaan maaf kepada para ulama Madura setelah pernyataannya yang menyinggung keterlibatan ulama dalam kasus narkoba menuai polemik.

Permintaan maaf tersebut disampaikan usai dirinya memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Selasa, 14 April 2026.

“Bismillahirrahmanirrahim. Saudara, kawan-kawan media dan saudara-saudara saya yang tercinta mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. Warga Madura, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat semua. Saya harus mengatakan, saya minta maaf,” kata Aboe sembari menitikkan air mata usai menjalani sidang MKD di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Aboe mengakui kesalahannya dalam menyampaikan pernyataan yang dinilai terlalu menggeneralisasi. Ia pun tampak emosional saat menyampaikan klarifikasinya.

"Minta maaf yang dalam karena, menurut saya, memang bahasa saya terlalu globalisir dan salah. Sekali lagi saya minta maaf. Hari ini saya dipanggil MKD memberikan keterangan sehubungan dengan potongan video pernyataan saya dalam rapat kerja bersama BNN," ungkap dia sambil menitikkan air mata.

Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menyudutkan ulama maupun pesantren. Menurutnya, pernyataan tersebut muncul sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya peredaran narkoba di Indonesia.

Lebih lanjut, politikus PKS itu memahami bahwa ucapannya telah menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, seolah-olah menyasar kelompok tertentu.

“Untuk itu saya menegaskan sekali, tidak ada niat sedikit pun, tidak ada niat sedikit pun saya untuk menghina, menyudutkan para ulama, nggak ada,” tegas Habib Aboe.

“Itu guru-guru yang saya cintai semua. Dan saya hormati dan saya hargai,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Aboe menyatakan akan menemui langsung para tokoh yang merasa tersinggung untuk menyampaikan permohonan maaf secara personal.

Ia juga menganggap kejadian ini sebagai pelajaran penting agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berbaik hati dalam menyampaikan, lebih berhati-hati maksud saya, dalam menyampaikan pandangan ke ruang publik. Saya berkomitmen untuk terus menjaga etika, kehormatan dan marwah sebagai anggota DPR Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 7 April 2026, Aboe Bakar menyoroti luasnya jaringan peredaran narkotika yang telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan ulama.

"Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit," ucap dia.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki posisi atau kekuatan dalam jaringan tersebut.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com