Internasional . 17/04/2026, 05:24 WIB

Asteroid Raksasa 99942 Apophis Bakal Dekati Bumi pada April, Bisa Dilihat Tanpa Teleskop

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id — Fenomena langit langka dipastikan akan terjadi pada 13 April 2029. Sebuah asteroid besar bernama 99942 Apophis diprediksi melintas sangat dekat dengan Bumi dan berpotensi terlihat langsung dengan mata telanjang.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menyebut jarak lintasan Apophis hanya sekitar 32 ribu kilometer dari Bumi. Jarak tersebut tergolong sangat dekat, bahkan lebih dekat dibandingkan sebagian satelit geostasioner dan sekitar 12 kali lebih dekat dari jarak rata-rata Bulan ke Bumi.

Pendekatan ini menjadikan Apophis sebagai salah satu asteroid berukuran besar yang pernah melintas paling dekat dengan Bumi dalam sejarah pengamatan modern. Peristiwa ini pun disebut sebagai fenomena yang sangat jarang terjadi dalam rentang waktu panjang.

Menariknya, wilayah di belahan Bumi timur memiliki peluang lebih besar untuk menyaksikan langsung peristiwa tersebut, selama kondisi cuaca mendukung. Para astronom menyebut tingkat kecerahan Apophis cukup tinggi sehingga dapat diamati tanpa bantuan teleskop maupun alat optik lainnya.

Mengutip laporan ABC News, asteroid ini pertama kali ditemukan pada 2004 dan sempat dikategorikan sebagai objek berpotensi berbahaya. Saat itu, ilmuwan memperkirakan adanya kemungkinan tabrakan dengan Bumi pada tahun 2029, 2036, atau 2068.

Namun, setelah dilakukan pengamatan intensif menggunakan teleskop optik dan radar dari Bumi, para peneliti memastikan bahwa Apophis tidak memiliki potensi menabrak Bumi setidaknya dalam 100 tahun ke depan.

Meski aman, interaksi gravitasi antara Bumi dan Apophis saat melintas diperkirakan akan sedikit mengubah lintasan orbitnya mengelilingi Matahari. Perubahan ini tidak meningkatkan risiko tumbukan, tetapi justru membuka peluang besar bagi ilmuwan untuk mempelajari karakter asteroid secara lebih mendalam.

Apophis sendiri merupakan sisa dari proses awal pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu. Asteroid ini terbentuk dari material yang tidak berkembang menjadi planet atau satelit. Ukurannya diperkirakan memiliki diameter rata-rata sekitar 340 meter, dengan panjang maksimum mencapai lebih dari 450 meter.

Momentum langka ini juga akan dimanfaatkan oleh berbagai lembaga antariksa dunia. NASA diketahui telah menyesuaikan jalur wahana antariksa untuk mendekati Apophis setelah peristiwa lintasan 2029. Sementara itu, European Space Agency juga tengah menyiapkan misi khusus untuk meneliti struktur dan permukaan asteroid tersebut.

Setelah melintas pada April 2029, Apophis akan masuk dalam kategori asteroid Apollo, yakni kelompok asteroid yang orbitnya memotong orbit Bumi namun tetap mengelilingi Matahari dalam lintasan yang lebih luas. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com