Nasional . 18/04/2026, 13:30 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Perlu diingat bahwa pada masa Haji Purwa hidup, perjalanan menuju Baitullah adalah misi antara hidup dan mati.
Tanpa kapal uap atau pesawat, jemaah harus menumpang kapal dagang kayu dan bergantung pada angin musim.
Perjalanan pergi-pulang bisa memakan waktu hingga 2 tahun. Para pionir haji ini harus menghadapi badai, perompak, hingga wabah penyakit di tengah laut.
Kegigihan Haji Purwa dan para pendahulu ini menjadi fondasi bagi tradisi haji yang sangat kuat di Indonesia hingga saat ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media