Internasional . 18/04/2026, 10:49 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan lebih dari 10 persen setelah pemerintah Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan sepenuhnya dibuka bagi kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata.
Mengutip laporan ABC News, Sabtu, 18 April 2026, harga minyak Brent yang semula berada di kisaran 98 dolar AS per barel turun menjadi 86,52 dolar AS pada pukul 10.50 waktu EDT. Penurunan ini terjadi kurang dari dua jam setelah pernyataan resmi disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi melalui platform X.
“Seluruh jalur pelayaran bagi kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan terbuka sepenuhnya selama masa gencatan senjata,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia menyambut baik langkah tersebut. Pembukaan kembali jalur vital ini dinilai menjadi momentum penting dalam meredakan tekanan terhadap rantai pasok energi global yang sebelumnya terganggu akibat ketegangan geopolitik.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak dan gas dunia, khususnya dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan dibukanya kembali jalur tersebut, ketidakpastian global dinilai mulai mereda dan memberikan dorongan positif terhadap stabilitas pasokan energi.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia menyampaikan, dampak positifnya tidak hanya dirasakan secara global, tetapi juga bagi ketahanan energi nasional.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya terdampak dinamika geopolitik,” ujarnya di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi gangguan sejak awal melalui penguatan cadangan energi serta diversifikasi sumber pasokan. Strategi tersebut dinilai efektif dalam menjaga stabilitas energi domestik di tengah tekanan global.
“Ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk pada pergerakan harga minyak dunia yang kini menunjukkan tren penurunan,” tambahnya.
Sebelumnya, otoritas Iran telah mengonfirmasi bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz kini kembali dapat dilalui tanpa hambatan oleh kapal komersial. Pemerintah Indonesia pun terus memantau perkembangan global guna memastikan stabilitas pasokan dan harga energi tetap terjaga.
Respons pasar global terhadap kebijakan ini terlihat cepat. Penurunan harga minyak mencerminkan meredanya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan.
Di dalam negeri, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi energi, termasuk terkait kapal milik Pertamina yang sebelumnya sempat tertahan di kawasan tersebut. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar aktivitas pelayaran dapat segera kembali normal.
“Pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal Indonesia bisa kembali melintas. Sebelumnya juga sudah ada sinyal positif dari Iran. Kami berharap proses pelayaran segera pulih secara bertahap seiring pembukaan jalur ini,” tutup Anggia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media