Nasional . 19/04/2026, 08:41 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Kapal perang ini diketahui berangkat dari pangkalan militer di Sasebo, Jepang, pada 8 April 2026. Dalam perjalanannya, kapal sempat singgah di perairan Singapura sebelum melanjutkan pelayaran ke Selat Malaka.
Dengan ukuran besar yang hampir mendekati kapal induk kelas Nimitz, USS Miguel Keith merupakan jenis kapal expeditionary sea base yang memiliki kemampuan logistik dan operasi maritim tingkat tinggi.
Kapal ini sering digunakan dalam operasi militer non-konvensional, termasuk dukungan logistik, patroli laut, hingga operasi khusus.
Kehadiran kapal perang AS di kawasan Asia Tenggara tentu tidak bisa dilepaskan dari dinamika geopolitik global. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait Iran, kini mulai merembet ke kawasan Indo-Pasifik.
Sejumlah analis menilai bahwa langkah ini bisa menjadi sinyal meningkatnya pengawasan terhadap jalur distribusi energi global, termasuk di wilayah strategis seperti Selat Malaka.
Namun di sisi lain, Indonesia tetap berpegang pada prinsip kedaulatan wilayah dan hukum internasional, dengan memastikan bahwa setiap aktivitas asing tetap berada dalam koridor yang sah. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media