Ekonomi . 21/04/2026, 22:48 WIB

Diplomasi Pupuk: Prabowo Restui Ekspor 250 Ribu Ton Urea ke Australia

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto, memberikan lampu hijau bagi pengiriman ekspor pupuk urea ke Australia sebesar 250.000 ton untuk tahap perdana.

Keputusan strategis ini dikonfirmasi langsung setelah Presiden menerima panggilan telepon dari Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang secara khusus membahas penguatan kemitraan dagang kedua negara.

Langkah ini bukan sekadar transaksi komersial biasa, melainkan bagian dari visi besar pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di pasar komoditas global.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan PM Albanese sangat mengapresiasi kecepatan respons Indonesia dalam membantu stabilitas pasokan nutrisi tanaman di Benua Kanguru tersebut.

"PM Albanese menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas persetujuan Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia sebesar 250.000 ton pada fase pertama ini," ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta (21/4/2026).

Surplus Produksi 1,5 Juta Ton

Pemerintah memastikan kebijakan ekspansi pasar luar negeri ini tidak akan mengorbankan kepentingan petani di dalam negeri.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Pertanian, ketahanan pangan nasional tetap menjadi prioritas utama.

Saat ini, total produksi urea nasional mencapai angka 7,8 juta ton. Sementara itu, kebutuhan konsumsi dalam negeri hanya berada di kisaran 6,3 juta ton.

Dengan adanya surplus sebesar 1,5 juta ton, pemerintah menilai Indonesia memiliki ruang yang sangat luas untuk melakukan ekspor tanpa mengganggu ketersediaan pupuk di gudang-gudang lini III dan IV.

Australia hanyalah awal dari peta jalan ekspor pupuk nasional. Indonesia tengah membidik total komitmen ekspor hingga mencapai satu juta ton dalam waktu dekat.

Selain Australia, sejumlah negara mitra strategis telah mengantre untuk mendapatkan pasokan urea berkualitas dari tanah air.

Negara Tujuan Ekspor

• Asia Tenggara: Filipina dan Thailand.

• Asia Selatan: India (sebagai salah satu konsumen pupuk terbesar dunia).

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com