Internasional . 21/04/2026, 22:54 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan kepastian mengenai keselamatan warga negara Indonesia (WNI) menyusul gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Jepang bagian utara pada Senin sore, 20 April 2026.
Berdasarkan verifikasi lapangan, pemerintah memastikan hingga saat ini tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban jiwa maupun luka dalam bencana tersebut.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan KBRI Tokyo langsung bergerak cepat memantau kondisi diaspora di Prefektur Aomori, Iwate, dan Hokkaido tak lama setelah peringatan tsunami dikeluarkan oleh otoritas Jepang.
“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa. KBRI Tokyo terus menjalin komunikasi intensif dengan simpul-simpul diaspora Indonesia di wilayah terdampak guna memantau perkembangan situasi di lapangan,” ujar Heni Hamidah dalam keterangan resminya.
Mengingat ancaman tsunami masih dipantau di pesisir Samudera Pasifik, seluruh WNI yang berada di wilayah utara Jepang diminta untuk tetap waspada tinggi.
Pemerintah mengimbau agar para pekerja, mahasiswa, maupun wisatawan Indonesia mengikuti instruksi evakuasi dari otoritas setempat dan memantau siaran berita dari NHK atau media resmi lainnya.
Bagi WNI yang berada dalam situasi mendesak atau membutuhkan bantuan logistik dan evakuasi, KBRI Tokyo telah mengaktifkan layanan hotline darurat yang dapat dihubungi melalui nomor:
• +81-80-3506-8612
• +81-80-4940-7419
Berdasarkan data dari United States Geological Survey (USGS), guncangan terjadi pada pukul 14.52 WIB dengan titik pusat gempa (episentrum) berada sekitar 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate.
Sementara itu, pemerintah Jepang mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,5 dengan potensi gelombang tsunami yang menyasar pesisir Aomori hingga Hokkaido.
Gempa ini mengakibatkan gangguan serius pada infrastruktur transportasi Jepang.
Operasional kereta cepat (Shinkansen) yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah utara sempat dihentikan total sebagai langkah pengamanan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media