Internasional . 21/04/2026, 09:04 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Pemerintah Jepang memperingatkan warganya untuk tetap dalam kewaspadaan penuh menyusul guncangan hebat gempa bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah pesisir timur laut pada Senin sore. Badan Meteorologi Jepang (JMA) kini menyoroti peningkatan risiko gempa susulan berkekuatan raksasa yang bisa mencapai magnitudo 8 atau lebih.
Gempa yang berpusat di lepas pantai Sanriku pada kedalaman 20 kilometer tersebut memicu kepanikan massal hingga ke Tokyo. Meski peringatan tsunami sempat diturunkan statusnya menjadi imbauan (advisory), otoritas setempat tetap mengevakuasi lebih dari 156.000 warga dari zona bahaya di lima prefektur berbeda.
Pihak JMA merilis data yang cukup mengkhawatirkan pascainsiden Senin kemarin. Menurut lembaga tersebut, peluang terjadinya gempa besar berkekuatan magnitudo 8 kini meningkat drastis hingga 10 kali lipat dari kondisi normal.
"Dalam situasi biasa, probabilitas gempa besar berada di angka 0,1 persen. Namun, saat ini risiko tersebut melonjak hingga 1 persen," lapor JMA sebagaimana dikutip dari sumber referensi independen, Selasa 21 April 2026.
Pemerintah Jepang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi bergerak cepat dengan membentuk satuan tugas darurat. PM Takaichi mendesak masyarakat di sepanjang pesisir Pasifik untuk tidak mengabaikan instruksi evakuasi demi keselamatan jiwa.
Meskipun tidak ada laporan kerusakan masif maupun korban jiwa dalam skala besar, guncangan ini sempat mematikan aliran listrik di sekitar 100 rumah tangga. Juru bicara pemerintah, Minoru Kihara, mengonfirmasi bahwa operasional kereta cepat (Shinkansen) sempat terhenti total dan beberapa ruas jalan tol utama ditutup untuk inspeksi keamanan.
Langkah antisipasi juga terlihat di pelabuhan Hachinohe, Hokkaido. Rekaman televisi NHK menunjukkan deretan kapal nelayan dan kapal komersial bergegas keluar dari dermaga menuju laut lepas untuk menghindari hantaman gelombang tsunami jika sewaktu-waktu terjadi.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang pantai timur laut. Terkait hal ini, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengeluarkan pernyataan resmi.
"Tidak ditemukan gangguan maupun kebocoran pada fasilitas nuklir di Jepang pascagempa tersebut," tulis IAEA dalam laporan terkini mereka.
Jepang, yang terletak di atas lintasan "Cincin Api Pasifik", memang memiliki standar bangunan dan sistem peringatan dini paling canggih di dunia. Namun, pengalaman pahit masa lalu membuat pemerintah dan warga memilih untuk bersikap ekstra waspada terhadap sekecil apa pun potensi ancaman seismik yang muncul.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media