Viral . 21/04/2026, 15:38 WIB

PenKopassus BANTAH Rumor Letjen Djon Afriandi GAMPAR Letkol Teddy Indra Wijaya yang VIRAL di Medsos: KABAR BOHONG Tak Ada Bukti Valid!

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar luas di jagat maya. Melalui Penerangan Komando Pasukan Khusus (Penkopassus), pihak TNI AD resmi membantah keras narasi viral dugaan insiden fisik antara Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.

Bantahan tegas ini dirilis menyusul viralnya sebuah cerita di media sosial yang mengklaim adanya peristiwa penamparan di lingkungan Istana saat pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Penkopassus menyatakan seluruh kronologi yang beredar hanyalah karangan semata tanpa bukti valid alias hoaks.

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana. Narasi ini mengklaim adanya keributan antara Pangkopassus dan pihak protokoler. Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid," tegas pernyataan resmi di akun Instagram @Penkopassus, Selasa (21/4/2026).

Penkopassus mengimbau masyarakat untuk tidak menjadi penyebar hoaks yang sengaja dirancang untuk memecah belah solidaritas institusi negara.

Berita bohong tersebut diduga sengaja diembuskan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kegaduhan di tengah transisi kepemimpinan nasional.

Kronologi Berita Palsu yang Menyeret Nama 'Bunted'

Kabar miring ini awalnya mencuat dari unggahan seorang pengguna Threads dengan akun @retailman69.

Akun tersebut menyebarkan narasi detail namun tak berdasar. Dia menyebutkan Letjen TNI Djon Afriandi emosi karena waktu pertemuannya dengan Presiden Prabowo dipangkas oleh pihak protokoler.

Dalam cerita fiktif tersebut, disebutkan seorang berjuluk "bunted" (yang diasosiasikan dengan Teddy Indra Wijaya) terkena tamparan setelah dianggap bertanggung jawab atas pengaturan waktu yang semrawut.

Dalam unggahannya, disebutkan kejadian bermula dari agenda pertemuan antara Djon Afriandi dan Presiden Prabowo yang dijadwalkan berlangsung selama 30 menit. Namun, situasi disebut tidak berjalan sesuai rencana.

Narasi yang beredar menyebutkan saat tiba di Istana, Djon Afriandi diminta menunggu di ruang tamu oleh pihak protokoler selama sekitar 20 menit. Sehingga waktu pertemuan menjadi sangat terbatas.

Ketika Presiden Prabowo keluar dari ruang kerja dan melihat Djon Afriandi masih berada di ruang tunggu, situasi dikabarkan tegang. Presiden Prabowo disebut menegur keras Pangkopassus karena dianggap tidak segera masuk sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Teguran tersebut, menurut narasi yang beredar berlanjut hingga ke dalam ruang kerja Presiden. Setelah pertemuan selesai, Djon Afriandi disebut keluar dalam kondisi emosi.

Lalu dia mencari seorang yang dianggap bertanggung jawab atas pengaturan waktu.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com