Hukum dan Kriminal . 21/04/2026, 08:31 WIB

Waspada! Investasi Bodong di Aplikasi Snapboost, Diduga Tipu Pengguna, Belasan Korban Rugi Ratusan Juta

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Kasus dugaan penipuan berkedok investasi digital kembali mencuat. Kali ini, aplikasi bernama “Snapboost” menjadi sorotan setelah belasan pengguna melaporkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora mulai menyelidiki kasus tersebut. Hingga saat ini, tercatat 17 orang telah melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

"Saat ini kami menerima laporan dari 17 korban yang sebelumnya datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk mengadukan kasus tersebut. Kami juga melakukan klarifikasi terhadap para korban yang melapor ke SPKT Polres Blora," kata Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin di Blora, Senin 20 April 2026.

Dari laporan yang masuk, total kerugian diperkirakan mencapai Rp332 juta. Nilai kerugian tiap korban berbeda-beda, bahkan ada yang mencapai hingga Rp100 juta per orang.

Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti serta keterangan untuk mengungkap pola penipuan yang digunakan, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kasus ini juga disebut-sebut menyeret nama seorang oknum guru di salah satu SMA di Kabupaten Blora. Namun, polisi menegaskan masih melakukan pendalaman untuk memastikan keterkaitannya.

AKP Zaenul Arifin pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi digital yang mencurigakan.

"Di era media sosial seperti sekarang, potensi kejahatan semakin besar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan promosi atau tawaran yang belum jelas kebenarannya," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya saling mengingatkan antar masyarakat agar tidak muncul korban baru dalam kasus serupa.

Saat ini, Polres Blora turut berkoordinasi dengan tim cyber crime Polda Jawa Tengah untuk mempercepat pengusutan kasus tersebut.

Salah satu korban, Johan Adi Saputro, mengaku awalnya tertarik bergabung karena iming-iming keuntungan besar yang ditawarkan aplikasi tersebut.

"Saya awalnya ikut melalui akun teman. Tujuannya sederhana, ingin memperbaiki ekonomi. Tawaran yang disampaikan cukup meyakinkan, apalagi ada iming-iming keuntungan yang terlihat nyata," ujarnya.

Ia mengaku telah menyetor dana secara bertahap hingga mencapai total Rp49,5 juta.

"Saya deposit mulai dari Rp2 juta, lalu bertambah hingga total sekitar Rp49,5 juta. Namun selama itu, saya belum pernah berhasil menarik hasil atau keuntungan," ujarnya.

Masalah mulai muncul sejak awal April 2026, terutama saat proses penarikan dana.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com