Pendidikan . 22/04/2026, 08:25 WIB

Mendikti Bongkar Kecurangan UTBK 2026, Modus Tanam Alat di Telinga hingga Joki

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 diwarnai dengan temuan berbagai modus kecurangan yang mengejutkan. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa ketatnya pengawasan berhasil menjaring peserta yang mencoba menggunakan teknologi ilegal hingga praktik perjokian.

Dalam peninjauan sesi pertama, Brian menyebutkan bahwa pemeriksaan ketat menggunakan metal detector menjadi kunci utama. Alat ini berhasil mendeteksi perangkat elektronik tersembunyi sebelum peserta memasuki ruang ujian.

Modus Alat Bantu Dengar hingga Operasi Medis

Salah satu temuan paling mencengangkan terjadi di Pusat UTBK Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Seorang peserta nekat memasukkan alat bantu dengar berukuran sangat kecil hingga masuk ke dalam lubang telinga.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Eduart Wolok, menceritakan proses evakuasi alat tersebut yang cukup dramatis. "Alat bantu dengarnya sampai masuk ke dalam telinga. Panitia harus membawa peserta tersebut ke dokter THT untuk melepaskan alat itu," jelasnya.

Deteksi Wajah dan Integritas Digital

Pemerintah tidak main-main dalam membentengi integritas ujian tahun ini. Brian menjelaskan bahwa panitia memanfaatkan teknologi face recognition (pengenalan wajah) yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (AI) untuk memverifikasi keaslian identitas peserta.

Teknologi ini mampu mendeteksi rekayasa foto hingga ketidakwajaran antara asal sekolah dengan lokasi ujian yang dipilih. "Sejak awal, kami menggunakan face recognition untuk mendeteksi apabila ada peserta yang mendaftar menggunakan foto maupun identitas wajah orang lain," tegas Brian.

Joki Lintas Tahun Terdeteksi Sistem

Selain perangkat keras, modus perjokian klasik namun terorganisir juga ditemukan di beberapa lokasi seperti Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Negeri Malang (UM).

Panitia berhasil melacak individu yang kedapatan mengikuti ujian dua kali dengan identitas berbeda pada periode 2025 dan 2026. Melalui sinkronisasi data pusat, sistem menemukan bahwa orang yang sama mengerjakan soal untuk nama peserta yang berbeda.

"Orang yang sama mengikuti UTBK di tahun 2025 dan 2026 untuk dua nama berbeda. Ini sudah pasti merupakan joki yang mengganti posisi peserta asli," tambah Prof. Eduart.

Pesan untuk Calon Mahasiswa

Mendikti Brian Yuliarto menegaskan bahwa setiap temuan kecurangan akan diproses secara hukum dan ketentuan yang berlaku. Namun, fokus utama saat ini tetap pada kelancaran rangkaian ujian hingga akhir.

Beliau juga menitipkan pesan menyentuh bagi seluruh peserta yang berjuang secara jujur. Brian meminta mereka untuk tidak tergiur dengan cara-cara instan yang justru merusak masa depan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com