Internasional . 22/04/2026, 22:14 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Pemerintah Italia mengambil tindakan tegas dengan memanggil Duta Besar Rusia di Roma, Alexey Paramonov, menyusul serangkaian hinaan verbal yang ditujukan kepada Perdana Menteri Giorgia Meloni.
Ketegangan ini dipicu oleh komentar ofensif presenter televisi ternama Rusia di Moskow, Vladimir Solovyov, yang meluncurkan serangan pribadi luar biasa dalam siaran nasionalnya.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah penghinaan serius terhadap institusi negara.
Berdasarkan laporan pada Rabu (22/04/2026), Solovyov tidak hanya melontarkan kritik politik. Tetapi juga menyebut Meloni dengan sebutan yang merendahkan martabat, seperti "idiot tersertifikasi", "hewan buas liar", hingga "aib bagi umat manusia".
"Kami telah memanggil Duta Besar Rusia untuk menyampaikan protes resmi. Pemerintah Italia memandang pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang sangat ofensif, seksis, dan tidak dapat ditoleransi dalam hubungan antarnegara," tegas Antonio Tajani.
Menariknya, serangan dari Moskow ini justru menyatukan faksi-faksi politik di Italia yang biasanya berseberangan.
Para pemimpin oposisi yang sering mengkritik kebijakan Meloni, kali ini kompak berdiri di belakang sang Perdana Menteri untuk membela kehormatan negara dari propaganda asing.
Tokoh-tokoh penting yang menyuarakan kecaman antara lain:
• Elly Schlein (Sekretaris Partai Demokrat): Menilai komentar tersebut sebagai hinaan seksis yang menyerang seluruh institusi Italia.
• Giuseppe Conte (Pemimpin Gerakan Lima Bintang): Menyebut kata-kata presenter Rusia tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak boleh terucap.
• Barbara Floridia (Ketua Komisi Pengawas Rai): Menegaskan bahwa Italia tidak akan terintimidasi oleh intimidasi personal yang berkedok kritik politik.
Ketegangan dengan Rusia ini terjadi di tengah posisi sulit Meloni dalam peta politik global. Sebagai pendukung setia Ukraina, Meloni secara konsisten menjadi sasaran empuk narasi negatif Moskow.
Namun, di sisi lain, hubungan Meloni dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga dilaporkan merenggang setelah Meloni membela Paus Leo XIV dari kritik verbal Trump.
Pekan lalu, Trump bahkan melontarkan sindiran tajam kepada Meloni karena penolakannya untuk bergabung dalam konfrontasi militer melawan Iran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media