Nasional . 22/04/2026, 15:48 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan, sektor pertanian menjadi salah satu topik penting dalam pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat kunjungan kerja ke Moskow beberapa waktu lalu. Fokus pembahasan tersebut tidak lepas dari dampak situasi global terhadap ketersediaan pupuk.
Salah satu persoalan yang disorot adalah terganggunya distribusi logistik di Selat Hormuz, yang memicu kelangkaan pupuk di sejumlah negara, terutama saat memasuki musim tanam. Kondisi ini turut menyebabkan pasokan menjadi terbatas dan harga mengalami tekanan di berbagai wilayah.
"Adanya kelangkaan pupuk yang disebabkan oleh kemacetan logistik di Selat Hormuz yang juga dirasakan, terutama saat-saat seperti sekarang ini di beberapa negara memasuki musim tanam. Ketersediaan pupuk terbatas," kata Sugiono di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Meski tekanan global cukup signifikan, pemerintah memastikan kondisi dalam negeri tetap stabil. Kebijakan pupuk yang telah diterapkan dinilai efektif dalam menjaga pasokan serta mengendalikan harga di tingkat petani.
“Kita bersyukur kebijakan pupuk yang diluncurkan Presiden tidak berdampak pada kita,” ujar Sugiono.
Di lapangan, para petani dilaporkan masih dapat memperoleh pupuk dengan mudah. Selain itu, harga dinilai lebih terjangkau, sementara jalur distribusi kini lebih efisien dan tidak berbelit.
"Kami juga mendapatkan testimoni dari berbagai sumber, petani-petani di lapangan, bahwa ketersediaan pupuk merupakan sesuatu yang terjadi di lapangan, barangnya ada, harganya turun, dan jalur distribusinya juga sangat pendek, prosesnya sangat-sangat sederhana," imbuhnya.
Sebelumnya, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin di Istana Kremlin pada April 2026 juga membahas penguatan kerja sama strategis di tengah dinamika geopolitik global. Hubungan bilateral kedua negara dinilai semakin intensif dan produktif dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi yang saling menguntungkan, termasuk dalam sektor energi dan pertanian yang terdampak situasi global.
"Saya sudah jumpa dengan banyak delegasi dari Rusia di Jakarta, dan juga di Moskow baru saja saya ketemu beberapa pejabat dari Rusia, dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena perbicaraannya sangat produktif," ucap Presiden Prabowo.
Ia juga mengapresiasi dukungan Rusia terhadap kepentingan strategis Indonesia, termasuk dalam proses aksesi ke kelompok ekonomi global BRICS.
“Dalam beberapa hal yang sangat penting bagi Indonesia, Presiden Putin mendukung dan memberi dukungan kepada keperluan-keperluan Indonesia,” lanjut Presiden Prabowo.
Sugiono menambahkan, meskipun ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak pada rantai pasok global, Indonesia berhasil memitigasi risikonya melalui kebijakan domestik yang tepat. Hal ini membuat ketersediaan pupuk nasional tetap aman, mudah diakses, dan terjangkau bagi petani.
Sebagai langkah jangka panjang, isu ketahanan pangan dan pertanian akan terus menjadi bagian penting dalam kerja sama internasional Indonesia, termasuk dengan Rusia, guna menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media