Megapolitan . 22/04/2026, 21:49 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
“Betawi adalah hasil proses sejarah panjang, bukan sekadar konstruksi kolonial,” tegasnya.
Ia juga menggambarkan karakter masyarakat Betawi yang egaliter dan terbuka, meskipun tetap memiliki struktur sosial dalam konteks tertentu.
“Dalam keseharian mungkin tidak terlihat, tapi dalam acara adat ada peran tokoh alim, guru, dan masyarakat. Struktur itu ada, hanya tidak kaku,” jelasnya.
Sementara itu, Redaktur Budaya Harian Kompas, M. Hilmi Faiq, menjelaskan perbedaan antara tulisan opini dan esai. Ia menyebut opini bersifat tegas dan argumentatif, sedangkan esai lebih reflektif serta membuka ruang diskusi.
“Opini mendorong pembaca untuk setuju, sementara esai mengajak pembaca berpikir bersama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa esai memberikan keleluasaan dalam penggunaan gaya naratif dan metafora sehingga mampu menghadirkan diskursus yang lebih luas.
Di sisi lain, Agung Zainal Muttaqin Raden dari Universitas Indraprasta PGRI menyoroti pentingnya pendekatan storytelling dalam pelestarian budaya di era digital. Ia menilai digitalisasi tidak cukup hanya memindahkan teks ke platform digital, tetapi perlu dikemas secara kreatif.
“Cerita sejarah bisa menjadi konten bernilai tinggi jika dikemas dengan strategi kreatif dan visual yang menarik,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memiliki karakter berbeda dalam penyajian konten, sehingga perlu strategi yang tepat agar pesan dapat tersampaikan secara efektif.
“Yang penting, cerita tetap otentik, meski dikemas ulang agar relevan dengan audiens masa kini,” tegasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, Beky Mardani, serta Sekretaris Umum LKB, Imbong Hasbullah. Dalam sambutannya, Beky menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki cerita yang layak diangkat dan didokumentasikan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menghidupkan kembali narasi-narasi Betawi yang selama ini kurang terekspos, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah pesatnya arus digitalisasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media