Megapolitan . 23/04/2026, 12:55 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Sebanyak 393 jemaah haji kloter pertama asal Provinsi Banten resmi diberangkatkan dari Masjid Raya Al-A’zhom, Kota Tangerang. Pihak Kementerian Agama memberikan perhatian khusus pada keberangkatan ini mengingat sekitar 25 hingga 30 persen jemaah dalam kloter tersebut masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) dan lanjut usia (lansia).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Samsudin, menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama. Meski cukup banyak jemaah yang masuk kategori risti, ia memastikan seluruhnya telah melewati pemeriksaan medis yang ketat.
"Meskipun ada sekitar 30 persen kategori risti, seluruhnya telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat dan dinyatakan layak berangkat," ujar Samsudin, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan data keberangkatan, jemaah tertua pada kloter ini tercatat berusia 82 tahun, sementara jemaah termuda berusia 13 tahun. Untuk mengantisipasi kondisi fisik jemaah lansia dan risti, pemerintah telah menyiagakan petugas kesehatan dan pendamping haji yang akan melakukan pengawalan melekat selama di Tanah Suci.
Momen pemberangkatan tahun ini juga mencetak sejarah baru bagi Provinsi Banten. Untuk pertama kalinya, jemaah tidak lagi diarahkan ke Asrama Haji Pondok Gede, melainkan langsung menuju Embarkasi Asrama Haji Cipondoh sebelum bertolak ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa pengoperasian embarkasi lokal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi waktu, terutama bagi jemaah lansia. "Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur," tuturnya.
Sebagai informasi, kloter pertama ini merupakan bagian dari total 9.192 jemaah asal Provinsi Banten yang dijadwalkan berangkat pada musim haji tahun 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media