Internasional . 23/04/2026, 08:35 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Jaringan makanan dan minuman asal China, Mixue Group, mencatat penurunan jumlah gerai internasional sepanjang tahun lalu. Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu jaringan minuman terbesar di dunia itu mengurangi total 428 toko di luar negeri sebagai bagian dari strategi peningkatan efisiensi operasional.
Dalam laporan keuangan terbarunya, dilansir dari vnexpressvnexpress, Mixue tidak merinci jumlah gerai yang ditutup di masing-masing negara. Namun, perusahaan mengungkapkan bahwa sebagian besar penyesuaian dilakukan di pasar utama Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Vietnam.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki kualitas operasional gerai yang sudah ada agar dapat berjalan lebih stabil dalam jangka panjang. Perusahaan menyatakan fokus utamanya bukan sekadar ekspansi jumlah toko, melainkan memastikan gerai yang beroperasi memiliki kinerja yang berkelanjutan.
Meski menutup ratusan toko di sejumlah negara, Mixue tetap memperluas jangkauan bisnisnya di pasar lain. Perusahaan membuka gerai baru di beberapa negara seperti United States dan Kazakhstan. Selain itu, Mixue juga mulai masuk ke pasar Malaysia dan Thailand melalui merek berbeda bernama Lucky Cup.
Hingga akhir tahun lalu, Mixue memiliki total 59.823 gerai di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55.356 toko berada di daratan China, menjadikan pasar domestik masih sebagai kontributor utama bisnis perusahaan.
Indonesia dan Vietnam Jadi Pasar Internasional Terbesar
Indonesia dan Vietnam selama ini dikenal sebagai dua pasar internasional terbesar bagi Mixue. Di Vietnam sendiri, jumlah gerai mencapai 1.304 toko hingga September 2024 berdasarkan prospektus penawaran saham perdana perusahaan di Hong Kong pada awal 2025.
Di Vietnam, Mixue mulai mengubah konsep gerainya dari model toko kecil menjadi outlet berukuran lebih besar. Lokasi baru kini dilengkapi area persiapan minuman yang lebih luas, tampilan toko yang langsung menghadap jalan, serta ruang usaha yang lebih besar dibanding gerai generasi sebelumnya.
Perusahaan juga mulai memilih lokasi strategis dengan potensi lalu lintas pelanggan tinggi sebagai bagian dari penguatan bisnis.
Mixue pertama kali masuk ke Vietnam pada 2018 dengan fokus awal di Hanoi dan wilayah utara negara tersebut. Seiring pertumbuhan pasar, perusahaan kemudian memperluas jangkauannya ke berbagai daerah lain.
Produk utama yang ditawarkan meliputi es krim, lemonade, milk tea, dan fruit tea dengan harga terjangkau. Di Vietnam, harga produk Mixue berkisar antara 10.000 hingga 30.000 dong Vietnam.
Strategi Harga Murah Jadi Kunci Ekspansi
Mixue mempertahankan harga jual yang rendah melalui pengendalian rantai pasok secara menyeluruh. Perusahaan mengelola proses mulai dari produksi bahan baku, logistik, riset dan pengembangan, hingga kontrol kualitas produk.
Model bisnis tersebut membuat Mixue mampu bersaing di segmen minuman terjangkau dan cepat berkembang di kawasan Asia Tenggara.
Laporan platform manajemen toko iPOS pada 2024 menyebut Mixue menjadi salah satu pemain utama yang mengubah pasar milk tea di Vietnam. Kehadirannya dinilai mendorong pertumbuhan segmen minuman murah sekaligus memperkuat strategi ekspansi berbasis franchise.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media