Mixue Tutup Ratusan Gerai di Luar Negeri, Indonesia dan Vietnam Jadi Pasar yang Terdampak
Jaringan makanan dan minuman asal China, Mixue Group, mencatat penurunan jumlah gerai internasional sepanjang tahun lalu. Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu jaringan minuman terbesar di dunia itu mengurangi total 428 toko di luar negeri
Ke depan, Mixue menyatakan akan terus memperbesar kehadiran di Asia Tenggara, termasuk memperluas jaringan mitra franchise di berbagai negara kawasan tersebut.
Pendapatan dan Laba Tumbuh Tajam
Meski melakukan efisiensi gerai di luar negeri, kinerja keuangan Mixue tetap menunjukkan pertumbuhan kuat. Sepanjang tahun lalu, pendapatan perusahaan melonjak 35 persen menjadi 33,56 miliar yuan atau sekitar US$4,9 miliar.
Sementara itu, laba bersih meningkat 33 persen menjadi 5,93 miliar yuan, menandakan bisnis perusahaan masih bertumbuh meski menghadapi penyesuaian pasar di sejumlah negara.